Pemerintah Indonesia dan AS Selenggarakan Program Pelatihan Internasional di Bidang Nuklir

 
bagikan berita ke :

Kamis, 30 September 2021
Di baca 74 kali

Pemerintah Indonesia dhi. Kementerian Sekretariat Negara dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), melalui Organisasi Riset Tenaga Nuklir (ORTN) bekerja sama dengan Pemerintah Amerika Serikat, yang diwakili oleh Department of Energy (DOE) menyelenggarakan program pelatihan internasional dalam kerangka Kerja Sama Teknik Selatan-Selatan dan Triangular (KTSST) bertajuk Insider Threat Mitigation Regional Exchange pada tanggal 27 s.d. 30 September 2021. Pelaksanaan program ini bertujuan berbagi pengetahuan dan praktik baik di bidang keamanan nuklir serta meningkatkan kemampuan personil dalam mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi terkait keamanan nuklir.

Sudi Arianto, Pelaksana Tugas Direktur Pengembangan Kompetensi, dalam sambutannya mengatakan bahwa ancaman orang dalam yang jahat (insider threat) merupakan salah satu tantangan yang dihadapi oleh semua program nuklir dunia. Ia pun menambahkan bahwa ancaman terhadap keamanan nuklir bisa terjadi di fasilitas nuklir di mana saja.

“Program ini sangat berguna untuk menyatukan para ahli dan pembuat kebijakan untuk mempromosikan pertukaran informasi dan pengalaman tentang keamanan nuklir dari berbagai prespektif internasional untuk meningkatkan praktik keamanan nuklir,” ujar Sudi.

Selain itu, Sudi menyatakan bahwa pada International Atomic Energy Agency International Conference on Nuclear Security: Commitments and Actions, Amerika Serikat mengeluarkan IAEA Information Circular (INFCIRC) 908: Mitigating Insider Threats. IFCIRC 908 tersebut terdiri dari dua area fokus utama yakni komitmen mendukung IAEA untuk mengembangkan dan menerapkan kursus pelatihan tingkat praktisi tingkat lanjut tentang ancaman orang dalam mitigasi, dan implementasi langkah-langkah untuk memitigasi risiko orang dalam dengan mengambil pendekatan berdasarkan informasi risiko.

"ORTN mendukung program mitigasi ancaman dalam yang telah diinisiasi oleh Amerika Serikat dalam INFCIRC 908 dengan didukung oleh sejumlah negara termasuk negara-negara ASEAN. Sudah banyak manfaat dan informasi terkait pencegahan ancaman orang dalam yang kami terima dari program tersebut," tutur Sudi.

Setelah pembukaan, program dilanjutkan dengan berbagai paparan terkait nuklir, terutama insider threat, selama tiga hari ke depan. Beberapa paparan yang disampaikan adalah Insider Threat Core Element: National Policy and Regulatory Framework, United Kingdom Nuclear Security Project, dan Lessons Learned from the Centre for Security Culture and Assessment. Selain paparan, diselenggarakan juga diskusi panel sebagai wadah untuk sesi interaktif dan membahas tindak lanjut di kawasan Asia.

Program diakhiri dengan pidato penutup oleh Taylor Hart-McGonigle, selaku perwakilan DOE. Taylor menyampaikan apresiasi terhadap para narasumber atas meteri yang telah diberikan serta para peserta atas partisipasi aktifnya dalam berbagi pengetahuan dan pengalaman selama program. Ia pun berharap bahwa dengan dilaksanakannya program ini, kerja sama antara Pemerintah AS dan Pemerintah Indonesia dapat semakin erat terutama di bidang nuklir.

Selanjutnya, Ida Ayu Yulie Primashanti, selaku Ketua Kelompok Kerja KTSST, Kemensetneg, menyampaikan bahwa Indonesia berkomitmen dalam pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) melalui pelaksanaan program pelatihan internasional dalam kerangka KTSST. Ia menambahkan bahwa BRIN memiliki kapasitas dan keahlian di bidang nuklir, sehingga BRIN merupakan institusi yang tepat dalam melaksanakan program ini. “Sebagai bagian dari Tim Koordinasi Nasional Kerja Sama Selatan-Selatan, kami sangat menantikan kolaborasi yang semakin kuat dengan BRIN untuk ke depannya,” ujar Ida. (Biro KTLN-Humas Kemensetneg)

 

Informasi lebih lanjut dapat menghubungi

Biro Kerja Sama Teknik Luar Negeri

Kementerian Sekretariat Negara

T: +6221 38901135

E: biro_ktln@setneg.go.id

Web: http://ktln.setneg.go.id  ;  https://isstc.setneg.go.id/  

Bagaimana pendapat anda mengenai artikel ini?
0           0           0           0           0