Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Jepang Berkolaborasi Menyelenggarakan Pelatihan Internasional Bertema Kesehatan Ibu dan Anak

 
bagikan berita ke :

Selasa, 26 Oktober 2021
Di baca 150 kali

Pemerintah Indonesia (c.q. Biro KTLN, Kemensetneg dan Kemenkes) kembali berkolaborasi dengan Pemerintah Jepang (Japan International Cooperation Agency/JICA) dalam melaksanakan program pelatihan dalam kerangka Kerja Sama Selatan-Selatan dan Triangular (KSST) di bidang kesehatan ibu dan anak (KIA). Kerja sama antara Kemensetneg, Kemenkes, dan JICA tersebut telah berlangsung sejak tahun 2007, dengan 13 program terlaksana yang diikuti lebih dari 192 peserta dari 15 negara sahabat.

 

Tahun ini program bertajuk Knowledge Sharing Program on Maternal and Child Health Handbook: Empowering Community for Enhancing the Continuum of Care by Mother and Child  Health Handbook Utilization during Pandemic Era” dilaksanakan pada tanggal 26 s.d. 28 Oktober 2021. Kegiatan ini merupakan program kedua yang diselenggarakan secara daring. Tahun ini, sebanyak 32 peserta dari 9 negara, yaitu Indonesia, Kamboja, Kenya, Laos, Madagaskar, Papua Nugini, Tajikistan, Thailand, dan Timor Leste.

 

 


 

Sesi pembukaan dihadiri oleh Eka Denny Mansjur, Plh. Sekretaris Kementerian Sekretariat Negara; Maria Renata Hutagalung, Direktur Kerja Sama Teknik, Kemenlu; Shunsuke Takatoi, Senior Representative JICA Indonesia; dan Dante Saksono Harbuwono, Wakil Menteri Kesehatan. Pada kesempatan ini, turut hadir observer dari Jepang dan Thailand, serta beberapa organisasi internasional seperti World Health Organization (WHO) selama kegiatan berlangsung.

 

Dalam sambutannya, Eka mengapresiasi kerja sama yang telah berlangsung antara Kemensetneg, Kemenkes, dan JICA yang telah mencetak keberhasilan dalam implementasi program pelatihan di bidang KIA sejak tahun 2007. “Melalui program ini, saya harap kita dapat saling berbagi pengetahuan dan menghasilkan strategi untuk isu-isu terkait KIA, terutama selama pandemi”, ungkapnya.

 

Hal senada juga disampaikan oleh Maria yang menggarisbawahi bahwa Pemerintah Indonesia menekankan skema KSST sebagai sarana untuk mendukung pencapaian salah satu Sustainable Development Goals/SDGs. “Bantuan teknis yang diberikan oleh Indonesia melalui kerangka KSST selalu dipastikan sejalan dengan SDGs dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Indonesia”, ujar Maria.

 

Di sisi lain, Shunsuke menekankan permasalahan yang timbul terkait akses kesehatan di masa pandemi Covid-19, yang memberikan dampak yang berbeda kepada kelompok rentan untuk mengakses layanan kesehatan, terutama ibu dan anak. “Setiap negara memiliki kapasitas dan respons yang berbeda terhadap pandemi Covid-19. Oleh karena itu, momen ini adalah waktu yang tepat untuk melaksanakan program”, ujar Shunsuke.

 

Dante turut menyampaikan bahwa Pemerintah Indonesia tetap berkomitmen untuk menyediakan layanan kesehatan bagi ibu dan anak walaupun Indonesia sedang menghadapi pandemi Covid-19 di saat yang bersamaan. “Buku KIA berperan penting dalam meningkatkan kesehatan keluarga dan dalam memonitor secara berkesinambungan atas kesehatan ibu dan anak,” tambah Dante.

 

 


Kegiatan dilanjutkan dengan sesi pemaparan dari Kemenkes mengenai kebijakan terkait implementasi KIA selama pandemi Covid-19. Setelah itu, program pelatihan dilanjutkan dengan pemaparan dari masing-masing negara mengenai kondisi KIA di negaranya dan berbagi pengalaman dan strategi dalam penerapan buku KIA. (Biro KTLN-Humas Kemensetneg)

 

Informasi lebih lanjut dapat menghubungi

 

Biro Kerja Sama Teknik Luar Negeri,

Kementerian Sekretariat Negara

T: +6221 38901135

E: biro_ktln@setneg.go.id

Web: http://ktln.setneg.go.idhttps://isstc.setneg.go.id/  

 

Bagaimana pendapat anda mengenai artikel ini?
2           0           0           0           0