Peringati HUT Ke-48 KORPRI, Kemensetneg Laksanakan Upacara Bendera

 
bagikan berita ke :

Jumat, 29 November 2019
Di baca 343 kali

Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-48 Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) Tahun 2019, Jumat (29/11), Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) menyelenggarakan upacara bendera. Selain dihadiri pejabat dan pegawai di lingkungan Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg), upacara yang berlangsung khidmat ini juga diikuti oleh pejabat dan pegawai Sekretariat Kabinet, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kantor Staf Presiden, Dewan Pertimbangan Presiden, Badan Pembinaan Ideologi Pancasila, dan Sekretariat Jenderal Dewan Ketahanan Nasional melaksanakan upacara bendera.  

Bertindak sebagai Inspektur Upacara hari ini, Staf Ahli Bidang Politik, Pertahanan dan Keamanan, Gogor Oko Nurharyoko. Ia membacakan sambutan Presiden RI, Joko Widodo selaku Penasihat Nasional KORPRI pada HUT Ke-48 KORPRI. Presiden mengapresiasi khusus kepada anggota KORPRI yang bertugas di pelosok negeri, di pulau-pulau terdepan dan juga di perbatasan serta wilayah terisolir.


Pada era di mana dunia mengalami perubahan yang sangat cepat ini , revolusi industri jilid ke-4 telah mendisrupsi segala lini kehidupan. Tidak hanya dalam berkomunikasi tapi juga dalam mengelola pemerintahan. Di samping itu, persaingan antarnegara pun semakin sengit untuk berebut teknologi, berebut pasar, dan berebut talenta-talenta hebat yang dapat memajukan negara.

Presiden Jokowi menyampaikan bahwa dalan menghadapi perubahan dan persaingan tersebut, rakyat Indonesia tidak boleh takut. Presiden mengajak untuk menghadapi tantangan seperti itu menggunakan cara-cara baru, terobosan baru, dan dengan mengedepankan kecepatan, kreativitas serta inovasi sebagai kuncinya.

“Karena itu, saya mengajak seluruh anggota KORPRI untuk mengambil jalan perubahan, melakukan reformasi secara berkelanjutan. Tidak ada lagi pola pikir lama, tidak ada lagi kerja linear, dan tidak ada lagi kerja rutinitas. Birokrasi harus berubah. Kita harus membangun nilai-nilai baru dalam bekerja, cepat beradaptasi dengan perubahan,” ucap Gogor sesuai sambutan tertulis Presiden.


Tugas birokrasi adalah memastikan rakyat terlayani dengan baik serta program-program pembangunan betul-betul ter-delivered, dirasakan manfaatnya oleh rakyat. Sekedar melayani saja sudah tidak cukup, pelayanan yang diberikan harus baik dan diimbangi dengan kemudahan serta kecepatan. Hal tersebut juga sering diingatkan Presiden Jokowi.

Dalam menghadapi tantangan kompetisi global di masa depan, bangsa Indonesia harus optimis dan percaya diri. “Kuncinya adalah kita mau bersatu. Persatuan dan kesatuan adalah pengikat kita untuk menuju Indonesia maju. Tanpanya, kemajemukkan negara juga tidak akan pernah menjadi energi kolektif dan akan menjadi negara yang lemah serta pecundang,” pesan Presiden dalam pidato yang dibacakan Inspektur Upacara.

Kepada seluruh anggota KORPRI, selamat bertugas dan mengabdi serta berkarya untuk rakyat, bangsa, dan negara Indonesia. (DEW-Humas Kemensetneg)

Bagaimana pendapat anda mengenai artikel ini?
0           0           0           0           0