Ratusan Pelajar dan Anggota Paskibraka Ikuti Program “Istana untuk Anak Sekolah”

 
bagikan berita ke :

Selasa, 03 November 2026
Di baca 6 kali

Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) menerima kunjungan ratusan peserta didik dan anggota Paskibraka daerah dalam rangka program "Istana untuk Anak Sekolah". Kegiatan ini berlangsung di Aula Hoegeng, Gedung Sekretariat Kabinet, Kompleks Kemensetneg, Jakarta, pada Selasa (03/11/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Kemensetneg untuk memperkenalkan fungsi, tugas, dan peran lembaga kepresidenan kepada generasi muda sekaligus menumbuhkan semangat kebangsaan.

Sebanyak 264 peserta yang terdiri atas siswa, anggota Paskibraka, dan guru pendamping mengikuti kegiatan ini. Mereka berasal dari tiga kelompok, yakni 78 peserta dari SMP dan SMK Yayasan Darussa'adah (Yasda), Jakarta; 119 peserta dari SMP Prima Cendekia Islami, Bandung, Jawa Barat; serta 67 peserta dari Paskibraka Kabupaten Solok, Sumatera Barat.

Sebelum mengikuti kunjungan ke kawasan Istana Kepresidenan Jakarta, para peserta menerima sambutan dari Kepala Biro Hubungan Masyarakat (Humas) Kemensetneg, Faisal Fahmi. Dalam sambutannya, Faisal menyampaikan bahwa program “Istana untuk Anak Sekolah” merupakan salah satu inisiatif Presiden Prabowo Subianto untuk memperkenalkan dunia pemerintahan kepada generasi muda.

“Istana ini bukan kepunyaan saya, istana ini bukan kepunyaan para pejabat di sana, bukan para menteri yang bersama-sama di dalam istana, istana ini adalah kepunyaan rakyat Indonesia, istana ini adalah kepunyaan anak-anak Indonesia,” ujar Faisal mengutip pesan Presiden Prabowo.

Faisal menjelaskan bahwa Kemensetneg bertugas memberikan dukungan teknis, administrasi, dan analisis kepada Presiden dan Wakil Presiden dalam penyelenggaraan pemerintahan dan kenegaraan. Melalui kunjungan ini, para pelajar diharapkan tidak hanya melihat Istana sebagai bangunan bersejarah, tetapi juga memahami peran pentingnya dalam perjalanan bangsa serta termotivasi untuk masa depan mereka.

“Banyak sekali sudut-sudut di sejarah, Istana Kepresidenan Jakarta adalah saksi perjalanan bangsa Indonesia. Jadi banyak sekali pelajaran yang bisa diambil,” pesan Faisal.

Selanjutnya, para peserta mengikuti pembekalan mengenai sejarah dan fungsi Istana Kepresidenan Jakarta yang disampaikan oleh Pranata Humas Ahli Pertama, Agie Kusprihandika. Dalam sesi ini, Agie menjelaskan bahwa Istana Negara dan Istana Merdeka menjadi bagian penting dalam perjalanan kehidupan kenegaraan Indonesia karena berbagai agenda pemerintahan dan kegiatan kepresidenan berlangsung di tempat tersebut.

“Manfaatkan kesempatan berharga ini sebaik-baiknya. Nikmati setiap momen selama berkeliling Istana, amati berbagai hal yang ditemui, dan jadikan pengalaman ini sebagai kesempatan untuk menambah wawasan serta mengenal lebih dekat sejarah dan kehidupan kenegaraan Indonesia,” pesan Agie.

Selain mengenal bangunan dan ruang-ruang kenegaraan, para peserta juga diperkenalkan dengan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres). Peserta mendapatkan penjelasan mengenai peran Paspampres dalam melaksanakan pengamanan Presiden dan Wakil Presiden, termasuk pengenalan pakaian dinas khusus yang digunakan sesuai dengan fungsi dan kebutuhan dalam berbagai kondisi penugasan.

Salah satu peserta perwakilan Paskibraka Kabupaten Solok dari MAN 3 Solok, Adifa Resky, mengaku sangat senang dan bahagia bisa berkunjung langsung ke istana yang awalnya hanya bisa disaksikan melalui televisi.

“Sekarang saya bisa merasakan langsung bagaimana berada di Istana Negara. Harapannya semoga saya terus belajar, mengembangkan potensi diri, dan kelak dapat menjadi bagian dari orang-orang yang berkontribusi bagi bangsa dan negara. Dan juga mungkin bisa mengabdi di lingkungan Istana,” ungkap Adifa.

Hal senada disampaikan oleh Paskibraka Kabupaten Solok dari SMAN 1 Gunung Talang Zharifah Ramadhani Yayu. Menurutnya, program “Istana untuk Anak Sekolah” ini membuka wawasannya untuk melihat langsung kondisi dan ruangan-ruangan di Istana Merdeka dan Istana Negara.

“Menurut saya, sangat menarik melihat berbagai hiasan di ruangan Istana yang memiliki nilai sejarah dan makna tersendiri. Setiap lukisan dan ruangan, termasuk ruang rapat yang disediakan secara khusus, menyimpan cerita yang menambah wawasan kami. Sebagai anggota Paskibraka, saya juga merasa sangat tertarik melihat langsung lapangan upacara dan Istana Merdeka,” ujar Zharifah.

Sementara itu, perwakilan dari SMP Prima Cendekia Islami Bandung, Jauhar Fadhly, mengaku sangat antusias dan senang bisa mengikuti rangkaian kegiatan untuk mengenal lebih banyak tentang sejarah dan istana kepresidenan.

“Dari awal sampai akhir kegiatan, saya merasa sangat senang dan excited. Saya mendapat banyak pengetahuan baru, mulai dari mengenal Istana Kepresidenan, seragam dan tugas Paspampres, hingga berbagai hal lainnya. Pengalaman ini juga memotivasi saya untuk suatu saat bisa bekerja dan menjadi bagian dari lingkungan Istana,” tutur Jauhar.

Kesan mendalam turut diungkapkan oleh Aisha Mulya Pramesti, siswi SMK Yayasan Darussa'adah. Ia merasa sangat bahagia karena impian lamanya untuk berkunjung ke Istana akhirnya dapat terwujud.

“Jujur, saya senang dan bahagia sekali karena sejak dulu ingin berkunjung ke Istana, tetapi baru kali ini mendapat kesempatan. Salah satu yang menarik perhatian saya adalah ornamen dan benda-benda di dalam Istana Merdeka,” ujar Aisha.(FID/YLI-Humas Kemensetneg)

Bagaimana pendapat anda mengenai artikel ini?
0           1           0           0           0