Uji Coba MRT, Pemerintah Siap Layani Publik

 
bagikan berita ke :

Kamis, 10 Januari 2019
Di baca 959 kali

 

Pertengahan bulan Maret 2019, Indonesia memiliki transportasi publik yang akan digunakan masyarakat khususnya masyarakat di Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta. Ya, transportasi publik itu ialah Mass Rapid Transit atau Moda Raya Terpadu dan yang lebih dikenal dengan MRT ini akan segera beroperasi. Selasa (8/1), PT MRT Jakarta mengundang sejumlah Pejabat dan Pegawai di lingkungan Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) untuk dapat mencoba (trial) MRT Jakarta.

Bertempat di Stasiun MRT Bundaran Hotel Indonesia (HI), Pejabat dan Pegawai Kemensetneg diberikan pengarahan terlebih dahulu oleh pihak MRT Jakarta sebelum mencoba MRT. “Sebelum naik MRT, mohon Bapak Ibu membaca dengan baik tata tertib ketika memasuki MRT dan dimohon semua alat pelindung yang dipakai seperti sepatu, helm, dan rompi dipakai selama berada di kawasan ini,” jelas A. Pratomo, Corporate Communication PT MRT Jakarta.

Sembari menunggu MRT datang, Pejabat dan Pegawai Kemensetneg disambut oleh Direktur Utama PT MRT Jakarta, William Sabandar. Ia mengungkapkan bahwa pengerjaan MRT Jakarta ini sudah 98,1 persen. “Proyek MRT Jakarta total pengerjaannya sudah 98,1 persen dan rencananya pertengahan Maret 2019 ini sudah bisa digunakan oleh masyarakat. Saat ini kita berada di stasiun terakhir MRT Jakarta yaitu Stasiun Bundaran HI. Nanti, Bapak dan Ibu akan dibawa sampai Stasiun Lebak Bulus, yang merupakan stasiun pertama MRT Jakarta,” jelas William.

Tepat pukul 10.10 WIB, MRT Jakarta tiba dan disambut antusias oleh rombongan Pejabat dan Pegawai Kemensetneg. Gerbong MRT Jakarta yang bersih ditambah pendingin udara yang sejuk menambah rasa kagum rombongan. Sekretaris Kemensetneg, Setya Utama yang turut mencoba MRT Jakarta saat itu, terlihat menikmati seraya duduk di dalam .

Selama di perjalanan Tomo menjelaskan bahwa MRT Jakarta melaju dengan kecepatan 50-60 km/jam dan perjalanan dari Stasiun Lebak Bulus sampai Stasiun Bundaran HI membutuhkan waktu kurang lebih sekitar 30 menit. “Satu gerbong MRT Jakarta mampu menampung maksimal 300 penumpang, dan MRT Jakarta melaju di kecepatan 50-60 km/jam dengan waktu tempuh kurang lebih 30 menit,” jelas Pratomo. Terdapat berbagai fasilitas di dalam MRT Jakarta, seperti Interkom Darurat yang dapat digunakan oleh penumpang jika ada kondisi darurat. “Interkom Darurat ini fungsinya menghubungkan penumpang dengan masinis, dan ini terhubung oleh control room MRT, contohnya apabila penumpang perempuan mengalami pelecehan asusila di dalam MRT Jakarta, penumpang dapat menekan tombol interkom ini dan nanti akan terhubung oleh masinis. Setelah masinis menjawab, kemudian masinis akan meminta tim keamanan MRT Jakarta untuk mendatangi penumpang. Seluruh gerbong di MRT Jakarta ini juga diawasi oleh kamera CCTV,” lanjut Pratomo.