Dukung Rencana Santri Riau Dirikan Pabrik Mini Minyak Goreng Sawit

 
bagikan berita ke :

Kamis, 02 September 2021
Di baca 27 kali

Jakarta, wapresri.go.id – Hari ini Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin meresmikan Panen Perdana Kelapa Sawit dan Peninjauan Santripreneur di Provinsi Riau yang diselenggarakan secara daring, Kamis (02/09/2021). Usai memberikan sambutan, Wapres berkesempatan melakukan dialog, salah satunya dengan seorang santri bernama Muzaki Musofa yang turut terlibat dalam progam Santripreneur Berbasis Kelapa Sawit yang diprakarsai Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO).

 

Dalam percakapan melalui konferensi video tersebut, Muzaki mengungkapkan bahwa para santri dan alumni pondok pesantren, melalui Santripreneur berharap dapat mendirikan pabrik mini minyak goreng sawit. Menurutnya, pendirian pabrik mini minyak goreng sawit ini membutuhkan teknologi yang cukup sederhana, sehingga memungkinkan untuk direalisasikan.

 

“Hasil produksinya nanti akan diberi nama Minyak Goreng Santri,” ucapnya penuh percaya diri.

 

Mendengar harapan tersebut, Wapres pun mengapresiasi dan mendukung rencana para santri di Provinsi Riau untuk mendirikan pabrik mini minyak goreng sawit melalui program Santripreneur berbasis kelapa sawit.

 

“Pembangunan pabrik mini minyak goreng sawit, tentunya merupakan salah satu dari bentuk hilirisasi komoditas kelapa sawit. Saya mengapresiasi dan saya minta juga disiapkan namanya yang menarik, kemudian pendanaannya juga diupayakan,” ungkap Wapres.

 

Lebih lanjut, Wapres menuturkan bahwa untuk merealisasikan hal ini nantinya dapat menggunakan dana dari pemerintah ataupun pihak lain.

 

“Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) supaya memfasilitasi untuk mencarikan sumber dananya,” pintanya.

 

Untuk itu, Wapres pun meminta para santri agar segera menyusun proposal yang tepat dan nanti pemerintah akan membantu untuk merealisasikannya.

 

“Saya kira dana-dana di BPDPKS maupun di perbankan ada dan bisa (digunakan) untuk membangun itu. Yang penting visibel, saya kira tidak ada masalah,” ujarnya.

 

Selama programnya jelas, Wapres meyakini bahwa lembaga pembiayaan seperti perbankan tidak akan menolak untuk membantu membiayai. Bahkan menurutnya saat ini banyak bank-bank yang mencari produk-produk yang visibel.

 

“Ini saya kira peluang bagus, kemauan bagus. Nah santri itu tahu (istilah) man jadda wajada, siapa yang bersungguh-sungguh nanti akan berhasil. Oleh karena itu dibuat dengan baik, bukan hanya angan-angan, tapi real dalam bentuk proposal yang matang,” pintanya.

 

Pada kesempatan ini, Wapres kembali mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya bahwa program Santripreneur berbasis Usaha Kecil, Menengah, dan Koperasi (UKMK) Kelapa Sawit telah menghasilkan bukti nyata. Salah satunya dengan sudah berjalannya program pembibitan yang bahkan telah dipasok ke kebun Peremajaan Sawit Rakyat (PSR).

 

“Kelapa sawit merupakan salah satu komoditas unggulan, namun hilirisasinya belum optimal. Tentunya potensi-potensi kewirausahaan yang berbasis pesantren harus terus dikembangkan (dan) disesuaikan dengan kearifan lokal, dalam hal ini adalah kelapa sawit,” ungkapnya.

 

Oleh sebab itu, kata Wapres, pelibatan santri menjadi penting, karena pemerintah memang mendorong para santri dan pesantren untuk berkontribusi aktif dalam menekan angka kemiskinan dan meningkatkan indeks pembangunan manusia (IPM) melalui penguatan kemandirian dan kewirausahaan. Menurutnya, dari total jumlah pesantren di seluruh Indonesia yang mencapai 28.194, sejumlah 44,2% atau sekitar 12.469 berpotensi dapat mengembangkan ekonomi.

 

“Pesantren yang berada di daerah-daerah penghasil komoditi sawit dari 12 ribu itu diharapkan akan dapat berperan dalam menggerakkan roda perekonomian terutama pada masa pemulihan ekonomi ini melalui kerjasama dengan petani lokal,” pungkasnya. (EP-BPMI Setwapres)

Kategori :
Bagaimana pendapat anda mengenai artikel ini?
0           0           0           0           0