Suasana Komplek Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (02/06/2026) pagi, dipenuhi rasa haru dan gembira para anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tingkat Pusat Tahun 2025 yang kembali hadir di Istana untuk mengikuti program Istana untuk Anak Sekolah.
Salah satunya adalah Bianca Alessia Christabella Lantang, siswi SMA Lentera Harapan Tomohon, Sulawesi Utara, yang pada Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi 17 Agustus tahun lalu mengemban amanat sebagai pembawa baki.
“Saya merasa sangat senang dan ada perasaan dejavu karena di tahun kemarin, di 17 Agustus, saya datang ke sini untuk melaksanakan tugas mengibarkan bendera dan ternyata saya memiliki kesempatan kembali untuk jalan-jalan dan mengenal bagian-bagian dari Istana Negara,” ujar Bianca.
Hal serupa juga diungkap oleh Farrel Argantha Irawan, siswa SMA Highscope Indonesia TB Simatupang, DKI Jakarta, yang dalam Upacara Pengibaran Bendera pada HUT ke-80 RI bertugas sebagai pengerek bendera.
“Suatu pengalaman yang sangat berharga dapat kembali lagi ke sini untuk kedua kalinya, terutama untuk dapat mengeksplorasi Istana yang indah dan memiliki begitu banyak sejarah ini. It’s so amazing. It’s just a very good feeling,” kata Farrel.
Sementara itu, Arka Bintang Is’adkauthar, siswa SMA Al Hikmah Surabaya, Jawa Timur, yang pada 17 Agustus lalu didaulat menjadi Komandan Kelompok 8 Tim Paskibraka Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi, mengaku gembira dapat kembali berkumpul dengan anggota Paskibraka lainnya yang datang dari seluruh provinsi di tanah air.
“Balik lagi ke sini perasannya senang banget, bisa ketemu teman-teman, karena kapan lagi bisa ketemu teman dari Sabang sama Merauke,” ujar Arka.
Sebelum mengikuti Istana untuk Anak Sekolah, anggota Paskibraka Tingkat Pusat Tahun 2025 terlebih dahulu mengemban tugas pada rangkaian Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila, di Gedung Pancasila, Jakarta, Senin (01/06/2026). Setelah sukses menunaikan tugas kenegaraan tersebut, mereka secara resmi ditetapkan sebagai Purnapaskibraka Duta Pancasila.
Menanggapi peran sebagai Duta Pancasila tersebut, para anggota Paskibraka 2025 menyampaikan komitmennya untuk tak hanya menerapkan nilai-nilai Pancasila di kehidupan sehari-hari tetapi juga menjadi teladan dalam mengarusutamakan Pancasila dalam berbagai aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
“Itu bukan hanya sekadar menjadi seorang Duta Pancasila setelah menjadi seorang Paskibraka yang bertugas di 17 Agustus, tetapi Duta Pancasila itu sendiri menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-harinya,” kata Bianca.
Senada, Farrel mengaku sangat antusias untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila kepada generasi penerus bangsa.
“Pancasila bukan hanya sekadar slogan atau kata yang diucapkan setiap hari tapi mempunyai makna besar, dari sila pertama sampai sila kelima. Jadi, kami akan melakukan yang terbaik untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila kepada generasi penerus bangsa,” ucap Farrel.
“Kurang lebih contohnya, seperti sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, di mana kita harus mendorong, kita harus menyemangati pemuda-pemudi untuk beribadah, misalnya yang Kristen ke gereja, ataupun yang Muslim juga salat, dan yang lain-lainnya,” kata Arka menimpali Farrel.
Istana untuk Anak Sekolah adalah program yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai bagian dari upaya membangun generasi muda Indonesia. Dalam kegiatan ini, para pelajar diajak mengikuti diskusi dan tanya jawab serta berkeliling Istana untuk mengenal sejarah bangsa dan sistem pemerintahan. Para siswa juga diperkenalkan pada berbagai ruang penting di Istana, termasuk tempat di mana berbagai keputusan strategis pemerintahan diambil.
Pengalaman mengikuti Istana untuk Anak Sekolah ini diharapkan dapat memberikan inspirasi dan memperkuat rasa kebangsaan di kalangan generasi muda, sekaligus membangkitkan semangat untuk turut bersama-sama mewujudkan Indonesia Emas 2045.