Kemensetneg Selenggarakan Program Pelatihan dalam kerangka KSST di bidang Kesehatan Ibu dan Anak

 
bagikan berita ke :

Selasa, 26 Oktober 2021
Di baca 99 kali

Selasa (26/10), Kementerian Sekretariat Negara dan Kementerian Kesehatan bekerja sama dengan Japan International Cooperation Agency (JICA) menyelenggarakan Program pelatihan dalam kerangka Kerja Sama Selatan-Selatan dan Triangular (KSST) di bidang Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Program pelatihan ini mengangkat tema Knowledge Sharing Program on Maternal and Child Health Handbook on Empowering Community for Enhancing the Continuum of Care by Maternal and Child Health Handbook Utilization during Pandemic Era, yang akan dilaksanakan selama 3 hari ke depan yaitu 26 - 28 Oktober 2021 secara virtual.

Pada sesi pembukaan dihadiri oleh Eka Denny Mansjur, Plh. Sekretaris Kementerian Sekretariat Negara; Maria Renata Hutagalung, Direktur Kerja Sama Teknik, Kemenlu; Shunsuke Takatoi, Senior Representative JICA Indonesia; dan Dante Saksono Harbuwono, Wakil Menteri Kesehatan. Pada kesempatan ini, turut hadir observer dari Jepang dan Thailand, serta beberapa organisasi internasional seperti World Health Organization (WHO) selama kegiatan berlangsung.

Mewakili Sekretaris Kementerian Sekretariat Negara, Eka Denny Mansjur dalam sambutannya menyatakan bahwa Indonesia terus berkomitmen untuk menerapkan kerja sama teknik antara negara-negara berkembang melalui Kerja Sama Selatan-Selatan dan Triangular melalui berbagai pengetahuan, keterampilan dan pengalaman. "KSST didasarkan pada prinsip "Better Partnership for Prosperity" sehingga kerja sama ini selalu mengedepankan solidaritas, pemahaman bersama dan mendorong manfaat," ungkapnya.


Eka Denny juga mengatakan bahwa sejak Kemensetneg dan Kemenkes bekerja sama dengan JICA tahun 2007, Indonesia telah berhasil melaksanakan 12 program KSST Kesehatan Ibu dan Anak yang mengambil bagian di beberapa tempat di seluruh Indonesia.


"Melalui program ini, kami berkesempatan untuk berbagi dan mendiskusikan strategi, inisiatif dan tindakan yang diambil oleh Pemerintah Indonesia. Saya berharap kita bisa belajar dari satu sama lain dan menghasilkan strategi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat kita untuk mengatasi masalah Kesehatan Ibu dan Anak," jelas Eka.




Hal senada juga disampaikan oleh Maria yang menggarisbawahi bahwa Pemerintah Indonesia menekankan skema KSST sebagai sarana untuk mendukung pencapaian salah satu Sustainable Development Goals/SDGs. “Bantuan teknis yang diberikan oleh Indonesia melalui kerangka KSST selalu dipastikan sejalan dengan SDGs dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Indonesia”, ujar Maria. Tak lupa beliau juga menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi sebesar-besarnya atas inisiatif dan kerja keras Kemensetneg, Kemenkes dan JICA dalam menjalankan program ini.

Di sisi lain, Shunsuke Takatoi, menekankan permasalahan yang timbul terkait akses kesehatan di masa pandemi COVID-19, yang memberikan dampak yang berbeda kepada kelompok rentan untuk mengakses layanan kesehatan, terutama Ibu dan Anak. “Setiap negara memiliki kapasitas dan respons yang berbeda terhadap pandemi COVID-19. Oleh karena itu, momen ini adalah waktu yang tepat untuk melaksanakan program”, ujar Shunsuke.

Dante Saksono Harbuwono, juga turut menyampaikan bahwa Pemerintah Indonesia tetap berkomitmen untuk menyediakan layanan kesehatan bagi ibu dan anak walaupun Indonesia sedang menghadapi pandemi COVID-19 di saat yang bersamaan. “Buku KIA berperan penting dalam meningkatkan kesehatan keluarga dan dalam memonitor secara berkesinambungan atas kesehatan ibu dan anak,” tambah Dante.




Kegiatan dilanjutkan dengan sesi pemaparan dari Kemenkes mengenai kebijakan terkait implementasi KIA selama pandemi COVID-19. Program pelatihan ini diikuti oleh sebanyak 32 peserta dari 9 negara, yaitu Indonesia, Kamboja, Kenya, Laos, Madagaskar, Papua Nugini, Tajikistan, Thailand, dan Timor Leste dimana selanjutnya masing-masing negara memaparkan kondisi KIA di negaranya dan berbagi pengalaman dan strategi dalam penerapan buku KIA.(LDS/ART-Humas Kemensetneg)

Bagaimana pendapat anda mengenai artikel ini?
1           0           0           0           0