Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) menerima aspirasi DPP GASMEN (Gerakan Sahabat Komendan) dalam audiensi penerimaan aksi unjuk rasa yang berlangsung di Ruang Aspirasi, Gedung Sayap Timur, Kemensetneg, pada Kamis (18/6/2026). Penerimaan audiensi dipimpin langsung oleh Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Juri Ardiantoro.
Koordinator Aksi DPP GASMEN Fakhri membuka penyampaian aspirasi dengan memperkenalkan sejumlah tokoh adat yang hadir, termasuk perwakilan dari Maluku dan Nusa Tenggara Timur. Kehadiran mereka mencerminkan dukungan dari masyarakat kawasan timur Indonesia terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Fakhri menyampaikan empat poin utama aspirasi. "Kami mendukung penuh pemberantasan korupsi, mendukung keberlanjutan Program MBG bagi anak-anak, ibu hamil, dan lansia, siap mengawal pelaksanaannya, serta tetap setia mendukung pemerintah dalam memberantas korupsi," ujarnya. Ia menekankan bahwa apabila terdapat permasalahan dalam pelaksanaan program, perbaikan sistem menjadi solusinya, bukan penghentian program.
Perwakilan DPP GASMEN Daud menyampaikan bahwa aksi tersebut melibatkan sekitar 12.000 peserta yang berkumpul di kawasan Monas. Ia menyoroti keterbatasan akses pangan di daerah kepulauan dan terpencil sebagai alasan utama mengapa program MBG tidak boleh dihentikan. "Masyarakat yang di pedalaman jadi dapat makan bergizi melalui program ini. Berikan waktu kepada Presiden untuk mengatasi permasalahan tersebut," kata Daud.
Peserta aksi Munif menyatakan keprihatinannya atas maraknya kritik yang ditujukan secara pribadi kepada Presiden Prabowo Subianto. Ia menegaskan bahwa MBG akan memberikan dampak besar terhadap kualitas sumber daya manusia Indonesia dalam jangka panjang. "Saya yakin akan ada perubahan yang sangat drastis 10 hingga 20 tahun ke depan ketika gizi anak-anak kita diperbaiki," tegasnya. Munif juga menyatakan bahwa apabila ditemukan korupsi dalam pelaksanaan program, yang perlu dilakukan adalah memperbaiki sistem dan menindak pelaku, bukan menghentikan program.
Perwakilan mahasiswa Claudia turut menyatakan dukungan penuh terhadap program MBG. Ia hadir bersama rekannya dari Maluku sebagai bukti nyata manfaat program tersebut bagi masyarakat kawasan timur Indonesia. Perwakilan mahasiswa lainnya, Zahra, menyampaikan satu poin singkat namun tegas: Program MBG tidak boleh dihapus.
Zafran, perwakilan dari Maluku, memaparkan kondisi geografis wilayahnya. Di beberapa wilayah Maluku, jaringan komunikasi tidak tersedia, air bersih tidak ada, dan akses transportasi laut hanya tersedia sekali dalam sebulan. "Stunting di Maluku itu naik. Kami butuh orang yang betul-betul bekerja sesuai kebutuhan kami. Program MBG ini bagus buat kami," ungkap Zafran.
Dari Jakarta Utara, Prayoga menolak penghentian program MBG dan mendorong pemerintah untuk melakukan evaluasi dampak kesehatan peserta didik secara berkala. Rekannya, Dwiki, menambahkan bahwa pihaknya telah berkonsultasi langsung dengan anak-anak penerima manfaat MBG sebelum aksi berlangsung. "Anak-anak itu memohon dengan tulus agar MBG jangan dihentikan," kata Dwiki. Ia juga mengusulkan peningkatan penyerapan tenaga kerja Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Jakarta Utara agar manfaat program tidak hanya dirasakan penerima makanan, tetapi juga masyarakat yang mendapat peluang kerja.
Menanggapi seluruh aspirasi, Wamensesneg Juri Ardiantoro mengapresiasi dukungan masyarakat terhadap program-program Presiden. Ia menekankan bahwa Presiden Prabowo lebih mengutamakan kerja nyata daripada pencitraan. "Presiden tidak terlalu suka mencari panggung, yang penting berbuat baik," ujar Juri.
Juri menegaskan komitmen pemerintah untuk memperbaiki standar dapur, standar pelayanan, kualitas menu, serta pemenuhan kebutuhan gizi penerima manfaat secara berkelanjutan. Pemerintah juga mengajak masyarakat untuk aktif mengawasi pelaksanaan MBG di lapangan dan melaporkan setiap permasalahan yang ditemukan. "Kalau ada pengaduan, langsung bisa ditangani agar tidak ada informasi yang tidak baik tentang MBG," tegasnya.
Juri turut mengajak seluruh peserta untuk memanfaatkan media sosial secara positif guna menyebarkan informasi yang benar tentang manfaat Program MBG kepada masyarakat luas. (SAL/KHA/YLI-Humas Kemensetneg)
Bagaimana pendapat anda mengenai artikel ini?