Keterangan Pers Presiden RI usai Pertemuan Bilateral dengan Presiden Jerman dalam Kunjungan Kenegaraan Presiden Jerman ke Indonesia
di Istana Merdeka, Jakarta
Yang saya hormati Presiden Republik Federal Jerman, Yang Mulia Saudara Frank-Walter Steinmeier;
Para Menteri dan Pejabat Tinggi Jerman dan Indonesia yang saya hormati;
Rekan-rekan media yang saya banggakan.
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Syalom,
Salve,
Om Swastiastu,
Namo Buddhaya,
Salam Kebajikan,
Salam Sejahtera bagi kita sekalian.
Guten Tag, Herzlich Willkommen.
Pertama-tama saya menyampaikan selamat datang dan terima kasih kepada Presiden Steinmeier atas kunjungannya kembali ke Indonesia. Ini kehormatan besar bagi kami. Kunjungan kenegaraan ini memiliki arti yang sangat penting bagi Indonesia karena ini juga menunjukkan hubungan antara Jerman dan Indonesia yang sangat baik.
Kunjungan ini juga merupakan momentum penting di tengah dinamika global yang semakin penuh dengan ketidakpastian. Penguatan dan keberlanjutan kemitraan Indonesia dan Jerman tentunya menjadi prioritas. Kunjungan ini juga mengawali peringatan 75 tahun hubungan bilateral Indonesia-Jerman pada tahun 2027 yang akan datang.
Pada pertemuan hari ini, kita membahas penguatan kemitraan Indonesia-Jerman khususnya di bidang ekonomi, investasi, transisi energi, ketahanan energi, pendidikan, dan ketenagakerjaan.
Kami sepakat untuk terus meningkatkan volume perdagangan dan investasi yang saling menguntungkan. Saya menekankan pentingnya hubungan Indonesia dan Eropa dan kami berharap perjanjian Indonesia-European CEPA bisa mencapai kesimpulan substantif. Kami berharap Jerman akan terus memainkan peran aktif dalam proses finalisasi perjanjian internal di Eropa sehingga dapat segera memberi manfaat konkret bagi dunia usaha di kedua negara.
Kerja sama dengan Jerman juga dilakukan melalui program CITA (Competitiveness, Industrial Modernization, and Trade Acceleration Program).
Indonesia juga mengundang pihak Jerman untuk memperluas investasi di sektor-sektor yang penting di Indonesia. Contoh di bidang transisi energi, di bidang hilirisasi industri, di bidang kendaraan karena kita akan menuju kepada kendaraan listrik, serta pengembangan industri semikonduktor.
Kami juga mengundang Jerman untuk ikut serta dalam rantai pasok mineral kritis dan tanah jarang, juga dalam pengembangan infrastruktur kita.
Selain itu, kami menyambut baik program Partnering in Business with Germany yang ditujukan untuk program UMKM. Indonesia juga akan menjadi tuan rumah Joint Economic and Investment Committee yang kedua tahun ini.
Di bidang tenaga kerja kesehatan, kami sangat apresiasi penandatanganan letter of intent mengenai global skills partnership di bidang keperawatan.
Indonesia juga ingin memperluas peluang kerja bagi tenaga kerja Indonesia di Jerman termasuk di sektor teknologi tingkat tinggi.
Presiden Steinmeier dan saya juga sependapat bahwa semua konflik harus diselesaikan melalui perundingan dan kita bekerja sama di bidang diplomasi untuk meningkatkan dan memastikan perdamaian dan stabilitas global.
Saudara-saudara sekalian,
saya sangat berkeyakinan bahwa Jerman harus memainkan peran yang lebih aktif dan lebih penting karena kami butuh kemitraan yang baik dengan Jerman dan dengan Eropa. Kunjungan Presiden Jerman kali ini adalah tanda bahwa hubungan itu sangat penting.
Demikian yang dapat saya sampaikan. Terima kasih.