Keterangan Pers Presiden Usai Peninjauan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Berbasis Lingkungan dan Edukasi (TPST BLE) Banyumas

 
bagikan berita ke :

Rabu, 29 April 2026
Di baca 27 kali

di TPST BLE Banyumas, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah

Wartawan
Terkait dengan peninjauan ini, Pak, melihat teknologinya seperti apa, Pak?

Presiden Republik Indonesia (Prabowo Subianto)
Ya, saya, saya sangat terkesan dan saya terima kasih. Pak Bupati dan Kepala Dinas, ya. Ini suatu terobosan, inisiatif yang sangat baik. Kita lakukan, istilahnya, pengolahan sampah dengan menggunakan teknologi yang tidak terlalu canggih tapi efektif, sebagian besar produk lokal, dan dalam suatu rangkaian sistem dari rumah tangga sampai ke kabupaten. Jadi ini, saya kira sangat efektif, ya. Menjadi contoh untuk banyak provinsi, banyak kabupaten, bahkan dari negara lain ada yang ke sini.

Jadi saya juga dapat laporan dari gubernur, di Jawa Tengah banyak kabupaten juga sudah ikut. Kurang lebih 13 [kabupaten], ya. Jadi ini nanti kita dari pemerintah pusat akan mendorong dan saya akan turunkan bantuan langsung untuk kita kembangkan, perbaiki, kembangkan, dan bikin lebih efektif. Janji bupati, tahun dua ribu?

Bupati Banyumas (Sadewo Tri Lastiono)
Tahun 2028, zero [sampah], Pak, asalkan saya dapat 15 TPST.

Presiden Republik Indonesia (Prabowo Subianto)
Akhir 2028? Zero?

Gubernur Jawa Tengah (Ahmad Luthfi)
Zero sampah.

Presiden Republik Indonesia (Prabowo Subianto)
Zero sampah, ya?

Bupati Banyumas (Sadewo Tri Lastiono)
Tapi, zero, waste to money.

Presiden Republik Indonesia (Prabowo Subianto)
Jawa Tengah?

Gubernur Jawa Tengah (Ahmad Luthfi)
Iya, siap. Jawa Tengah sanggup, Pak.

Presiden Republik Indonesia (Prabowo Subianto)
Oke, deal, ya?

Gubernur Jawa Tengah (Ahmad Luthfi)
Deal, siap.

Bupati Banyumas (Sadewo Tri Lastiono)
Deal, deal.

Wartawan
Pak, mau dikembangkan untuk Jakarta, Pak, [TPST] Bantargebang gitu, Pak?

Presiden Republik Indonesia (Prabowo Subianto)
Ya, semua kita kembangkan. Sampah, pengolahan sampah, sekarang jadi prioritas nasional, ya. Dalam dua-tiga tahun kita harus, kita harus kendalikan sampah seluruh Indonesia, ya.

Wartawan
Tadi gentengnya gimana, Pak? 

Presiden Republik Indonesia (Prabowo Subianto)
Gentengnya lumayan, efektif. Katanya cukup murah, ya, dan ini mungkin bisa masuk anggaran kita untuk bantuan perbaikan rumah. Anggaran perbaikan rumah sekarang satu rumah Rp20 juta. Jadi ini satu rumah kita perhitungkan Rp4-5 juta untuk gentengnya. Kita mau hilangkan penggunaan seng yang berkarat. Berkarat itu nanti ujungnya tidak sehat untuk yang huni. Dan pandangannya juga enggak bagus, ya. Kita, kita akan kembalikan Indonesia menjadi Indonesia yang benar-benar indah. Jadi, pariwisata itu bagus dan kita nyaman tinggalnya.

Wartawan
Terima kasih banyak, Bapak.