Sambutan Presiden pada Peninjauan Renovasi Fasilitas Pendidikan SMA Negeri 1 Cilacap

 
bagikan berita ke :

Rabu, 29 April 2026
Di baca 2 kali

di SMA Negeri 1 Cilacap, Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah

Bapak Gubernur Jawa Tengah;
Bapak Komisaris Jenderal Polisi (Purn.) Ahmad Luthfi;
Bapak Kepala Sekolah, Bapak Sumarsono;
Kepala Dinas Pendidikan, ya, provinsi [Jawa Tengah], Pak Sadimin;
Bapak-bapak, Ibu-ibu guru sekalian;
Anak-anakku yang aku banggakan.

Terima kasih, hari ini saya berkunjung ke SMA [Negeri] 1 Cilacap. Saya diberitahu ini SMA yang cukup tua, lahir 17 Agustus tahun 1959. Kita baru saja merdeka waktu itu. Saya datang, saya melihat perbaikan sekolah, ya, alhamdulillah kita perbaiki sekolah dan kita akan perbaiki semua sekolah di seluruh Indonesia. Di Jawa Tengah ada 1.500 SMA dan itu sudah mulai kita perbaiki, ya, Pak. Tahun yang lalu, kita, anggaran ini sekitar 17 ribu sekolah, seluruh Indonesia. Tapi anggaran [tahun] ‘26 kita akan perbaiki 70 ribu sekolah seluruh Indonesia. Tahun depan, saya akan usahakan keras minimal 100 ribu tambahan sekolah. Jadi, saya perhitungkan, akhir [tahun] 2028 semua sekolah di Indonesia sudah akan kita perbaiki. Dan, tidak hanya itu, kita tidak hanya memperbaiki, kita harus menambah kualitas, menambah fasilitas sekolah-sekolah kita seluruh Indonesia karena pendidikan adalah kunci dari kebangkitan suatu bangsa. 

Jadi, anak-anakku, para guru, pendidikan adalah kunci kebangkitan bangsa Indonesia. Dan, percaya sama saya, saya sudah lihat semua data, saya sudah melihat angka, negara kita sungguh-sungguh sangat kaya, sungguh sangat kaya. Tidak hanya sebagai slogan, tapi nyata. Ya, saya perkirakan tiga-empat-lima tahun lagi kita akan bangkit luar biasa.

Di tengah krisis dunia, ya, krisis dunia yang luar biasa sekarang, terjadi perang di mana-mana, Ukraine, Gaza, Iran, di mana-mana perang, kita bersyukur Indonesia dalam keadaan yang baik dan damai. Banyak negara sudah panik. Kita soal BBM (bahan bakar minyak), kita masih terkendali, kita masih relatif aman, kita masih kuat, cadangan kita, cadangan kita cukup baik. Tapi tahun depan makin kuat, tahun depannya akan datang, saya perkirakan, saya perjuangkan, menteri-menteri saya sedang bekerja keras. Kita berjuang, dalam tiga tahun akan datang, Indonesia akan swasembada BBM, swasembada energi. Kita berjuang, tiga tahun yang akan datang, kita tidak akan impor BBM lagi. Semuanya hasil dari bumi Indonesia, dan dari laut Indonesia, dan dikerjakan oleh putra-putri Indonesia.

Hati-hati, karena sekarang teknologi, teknologi makin canggih. Terjadi sekarang apa yang dinamakan kecerdasan buatan (artificial intelligence). Ini sudah dahsyat, hati-hati. Banyak teknologi juga sekarang dipakai untuk yang negatif, yang tidak baik, yang memecah belah, yang menghasut.

Anak-anakku sekalian, para guru,
Percaya kepada negaramu, percaya kepada bangsamu, percaya kepada pemimpin-pemimpinmu, percaya kepada ideologi Pancasila kita, percaya kepada kepribadian bangsa Indonesia. Bangga dengan kepribadian bangsa Indonesia. Percaya kepada presidenmu. Saya minta percaya kepada pemimpinmu, percaya kepada presidenmu, saya berjuang. Saya berjuang untuk kalian semua, saya berjuang untuk masa depanmu semuanya.

Para guru-guru, para guru-guru,
Saya titip, saya titip anak-anak ini, kau bina dengan sebaik-baiknya, kau didik dengan sebaik-baiknya, dengan penuh kasih sayang tapi juga tegas. Kita tidak mau anak-anak kita nanti menjadi manusia-manusia yang lembek, yang lemah, yang menyerah. Kalian mau jadi bangsa yang menyerah atau tidak? Mau jadi bangsa yang lemah atau tidak? Kamu harus bangkit menjadi manusia yang kuat. Manusia yang gembira. Mengabdi kepada orangtuamu. Ya. Kalau kau bekerja dengan baik, belajar yang baik, orang tuamu akan bangga dengan kau. Apa pelajaran, apa pelajaran guru-guru kita? Pelajaran agama kita? Surga berada di? Di telapak kaki ibu. Berjuang untuk ibumu, berjuang untuk bapakmu. Ingat, ya. Jadi anak-anak bangsa yang baik, anak-anak bangsa yang kuat dan berguna bagi orang tuamu, bagi masyarakat, bagi rakyat, bagi tanah air kita, bagi agama kita masing-masing. Terima kasih atas perhatian anak-anakku sekalian.