Pertemuan CCM Colombo Plan ke-48: Sinergi dan Strategi untuk Pengembangan Colombo Plan

 
bagikan berita ke :

Senin, 10 Juni 2024
Di baca 183 kali

Consultative Committee Meeting of the Colombo Plan (CCM CP) ke-48 berlangsung meriah di Ulaanbaatar, Mongolia, dari tanggal 29 hingga 31 Mei 2024. Pertemuan yang dihadiri oleh 17 negara anggota dan 3 organisasi internasional ini merupakan tatap muka pertama negara-negara anggota Colombo Plan setelah pandemi COVID-19. Sebagai instansi penjuru pelaksanaan program kerja sama dengan Colombo Plan di Indonesia, Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg) mewakili Pemerintah Indonesia berpartisipasi dalam CCM CP ke-48 tersebut. Pada CCM kali ini Kepala Biro Kerja Sama Teknik Luar Negeri dipercaya menjadi Ketua Delegasi Indonesia, didampingi perwakilan Kementerian Luar Negeri.

 

Lebih lanjut, isu tematik yang diangkat dalam CCM CP ke-48 berfokus pada penanganan isu narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba) serta meningkatnya kejahatan lintas batas terkait penyalahgunaan narkotika global. Pemerintah Mongolia melalui Minister of Justice and Home Affairs, H.E. Enkhbayar Battumur, menyerukan kerja sama internasional guna memerangi berkembangnya peredaran narkoba di dunia. Selain isu tematik tersebut, CCM CP ke-48 juga meninjau keberlanjutan program-program Colombo Plan dan menjaring saran dari negara anggota terhadap langkah dan kebijakan organisasi ke depan.

 


Foto: KTLN Kemensetneg

 

Kontribusi Indonesia yang mengusulkan agar Colombo Plan dapat melakukan penyusunan grand strategy untuk jangka panjang, revitalisasi strategi branding dan pengembangan kemitraan multipihak sangat diapresiasi oleh seluruh delegasi yang hadir. Pada kesempatan yang sama Pemerintah Indonesia c.q. Kemensetneg juga berhasil melanjutkan komitmen pelaksanaan Kerja Sama Selatan-Selatan (KSS) dengan Colombo Plan untuk tiga tahun ke depan melalui penandatanganan dokumen perjanjian oleh Sekretaris Jenderal Colombo Plan.

 

Secara umum forum CCM CP ke-48 menghasilkan komitmen bersama untuk memerangi narkoba dan memperkuat kerja sama antarnegara anggota Colombo Plan. Selain itu, Sekretariat Colombo Plan juga akan membuat tim khusus yang akan bertanggung jawab terhadap penyusunan grand strategy guna menindaklanjuti usulan yang disampaikan Ketua Delegasi Indonesia.

  

Sebagai penutup rangkaian pertemuan CCM ke-48, Pemerintah Mongolia menyelenggarakan kegiatan kebudayaan di Mongol Nomadic Cultural Heritage Center yang menyuguhkan pertunjukan seni tradisional, pameran seni, dan hidangan khas Mongolia. Pertunjukan seni berlatar pemandangan alam yang memukau mengakhiri kegiatan dengan penuh kesan, memberikan para delegasi pengalaman tak terlupakan akan keramahtamahan dan warisan budaya Mongolia. (Biro KTLN Kemensetneg)

Bagaimana pendapat anda mengenai artikel ini?
0           0           0           0           0