Sambutan Presiden pada Peresmian 218 Jembatan di Berbagai Wilayah di Indonesia

 
bagikan berita ke :

Senin, 09 Maret 2026
Di baca 28 kali

melalui Konferensi Video dari Hambalang, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat


Bismillahirrahmanirrahim. 

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Selamat sore,
Salam sejahtera bagi kita sekalian, 
Syalom,
Salve, 
Om swastiastu,
Namo Buddhaya, 
Salam kebajikan, 
Rahayu rahayu.

Yang saya hormati dan yang saya banggakan Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Tentara Nasional Indonesia (TNI) Maruli Simanjuntak sebagai Kepala Satgas Jembatan, beserta seluruh tim yang bertugas, yang saat ini ada di Desa Lhok Kuyun, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, dan yang terhubung melalui video conference
Para pejabat Markas Besar Angkatan Darat yang saya hormati; Menteri Pertahanan Republik Indonesia Jenderal TNI (Purn.) Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Sekretaris Negara Saudara Prasetyo Hadi, Panglima Tentara Nasional Indonesia Jenderal TNI Agus Subianto yang saya hormati;
Wakil Panglima Tentara Nasional Indonesia Jenderal TNI Tandyo Budi Revita yang saya hormati;
Sekretaris Kabinet RI Letnan Kolonel Infanteri Teddy Indra Wijaya yang saya hormati;
Kepala Badan Logistik Pertahanan Marsekal Madya TNI Yusuf Johari;
Yang saya hormati para Panglima Komando Daerah Militer seluruh Indonesia, para Komandan Korem/Komandan Kodim yang turut hadir; 
Juga para Pejabat Kepolisian yang hadir;
Hadir juga para Kepala Daerah, para Bupati, para Wakil Bupati, para Wali Kota, dan pejabat-pejabat Pemerintahan Daerah lainnya, hadir antara lain Bupati Aceh Utara, Aceh Tamiang, Bireuen, Wali Kota Langsa, Wali Kota Lhokseumawe, Wakil Bupati Pidie, dan Pidie Jaya;
Yang saya banggakan dan yang saya cintai para Prajurit TNI di mana pun Saudara sedang bertugas; 
Seluruh warga masyarakat yang hadir di lokasi.

Pertama-tama, sebagai insan yang bertakwa, marilah kita tidak henti-hentinya memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah Swt., Tuhan Maha Besar yang memiliki sekalian alam, hanya kepada-Nya lah kita berdoa dan hanya kepada-Nya lah kita meminta pertolongan. Kita bersyukur atas segala karunia, segala berkah, atas kesehatan dan kedamaian yang masih diberikan kepada kita, sehingga kita dapat berkumpul di sore hari ini.

Saudara-saudara sekalian, 
Kita sadar bahwa negara kita berada di suatu lingkaran penuh dengan potensi bencana. Dikatakan dari segi geologis, kita berada di lingkaran api, the ring of fire, di mana terdapat banyak gunung-gunung berapi. Hal ini juga membuat negara kita sesungguhnya kaya dengan banyak mineral yang sangat penting, juga membuat tanah kita subur. Tetapi, dari waktu ke waktu kita harus siap menghadapi bencana-bencana alam. Karena itu, acara hari ini, peresmian 218 jembatan yang telah dilaksanakan dalam waktu 2,5 bulan adalah suatu prestasi, yang menurut hemat saya adalah prestasi luar biasa. Prestasi ini menunjukkan kesungguhan hati dari seluruh prajurit TNI, seluruh petugas di daerah-daerah yang terkena bencana dan juga daerah-daerah lain yang sangat memerlukan jembatan-jembatan ini. 

Saudara-saudara sekalian, 
Kita menyadari bahwa bangsa ini masih menghadapi banyak kendala, banyak kesulitan, banyak kekurangan. Kekurangan-kekurangan ini sesungguhnya adalah kekurangan dari para pejabat, para birokrat, para petugas. Di suatu pihak banyak petugas yang bekerja dengan luar biasa, di lain pihak masih ada di unsur-unsur pimpinan tertentu yang mengecewakan dari segi tanggung jawab kepada bangsa dan negara. Ini harus kita akui, janganlah kita selalu bicara yang baik-baik, yang manis-manis. Saya ingin menyampaikan ini, karena kita sadar dan mengerti bahwa dunia kita sekarang penuh dengan dinamika yang berbahaya, di mana-mana meletus perang, hampir di semua kawasan di dunia, terutama di kawasan Timur Tengah. Beberapa saat yang lalu, kita menyadari ada perang yang besar di Eropa, di Ukraine, sekarang hampir seluruh Timur Tengah terkena. 

Walaupun kita berada secara geografis jauh dari tempat itu, tapi bumi kita sudah menjadi sesungguhnya kecil, apa yang terjadi di satu kawasan akan mempengaruhi kawasan-kawasan lain. Bangsa kita, negara kita berada dalam jalur yang sudah benar. Kita berada di jalur tidak memihak. Kita selalu berada di jalur bebas aktif, nonblok, kita tidak ingin ikut blok manapun. Kita menghormati semua kekuatan, kita menghormati semua negara, itulah Indonesia. Bhinneka Tunggal Ika di dalam negeri, tapi juga ke luar negeri kita menghormati semua bangsa, menghormati semua agama, menghormati semua ras, menghormati semua kelompok etnis. Inilah yang membuat Indonesia sekarang menikmati kondisi yang damai.

Kita bisa hidup berdampingan ratusan kelompok etnis, tapi kita bisa rukun. Kalau ada saudara kita yang mengalami kesulitan, seluruh bangsa ikut merasakan dan seluruh bangsa turun. Bencana yang dialami beberapa daerah kita Sumatra Utara, Aceh, Sumatra Barat, tapi juga di provinsi-provinsi lain, di Kalimantan Selatan, di Jawa, di berbagai tempat di Nusantara. Tapi kita bersyukur, kita sebagai bangsa mampu mengatasi. Kita mampu bekerja sama. Kita mampu dengan kekuatan kita. Kita mampu bertindak dan bergerak cepat. 

Satgas Rehabilitasi dan Rekonstruksi sudah kerja keras, dan juga khususnya Satgas Jembatan ini, hari ini meresmikan 218 jembatan. Saya ucapkan terima kasih atas nama Pemerintah Republik Indonesia, sebagai Presiden Republik Indonesia, dan juga sebagai pribadi. Saya telah membentuk Satgas ini. Saya telah menugaskan Saudara Kepala Staf Angkatan Darat untuk memimpin langsung, seorang Jenderal Bintang 4 memimpin pembangunan jembatan-jembatan, tidak hanya jembatan yang besar tapi juga jembatan yang kecil-kecil. Ini bukti sekali lagi bahwa Pemerintah Pusat, Pemerintah Republik Indonesia hadir, hadir di tingkat yang terkecil sekalipun di desa, di dusun, di dukuh. Pemerintah Republik Indonesia tidak akan membiarkan rakyatnya dalam penderitaan dan dalam kesulitan. 

Saudara-saudara sekalian, 
Kita buktikan, kita tidak berlindung di belakang peraturan. Kita tidak berlindung di belakang sistem yang sudah berjalan. Kita menghadapi kesulitan dengan sikap kita ingin mengatasi kesulitan. Kita harus berani mengatasi kesulitan. Kita tidak menutupi kesulitan. Kita tidak pura-pura tidak ada kesulitan. Akibat perang di Timur Tengah, kita harus siap menghadapi kesulitan. Tapi sekali lagi, kita bersyukur bahwa sebenarnya bangsa Indonesia punya kekuatan. Kita punya kekuatan yang besar. Tapi juga, saya harus jujur kepada seluruh rakyat. Dan, saya juga akan memberi suatu taklimat kepada seluruh bangsa Indonesia dalam waktu dekat. 

Dalam kesempatan ini, saya hanya ingin menyampaikan bahwa kekuatan kita, kekayaan kita yang luar biasa, sesungguhnya harus lebih baik lagi kita kelola, lebih baik lagi kita kendalikan. Untuk itu, saya tegaskan kembali lagi bahwa kita harus memerangi korupsi di setiap tingkat. Korupsi, penyalahgunaan wewenang, penipuan, kolusi dengan pengusaha-pengusaha nakal, ini yang mengakibatkan kebocoran negara, ini yang mengakibatkan kekayaan kita banyak yang hilang. Kekayaan yang bisa kita gunakan untuk menghadapi bencana apapun. 

Saudara-saudara, 
Seluruh dunia sedang mengalami goncangan, seluruh dunia. Akibat perang di Timur Tengah, kita terus terang saja harus siap menghadapi kesulitan. Tetapi, hari ini saya merasa bangga bahwa kita sekali lagi negara kesatuan Republik Indonesia di mana Tentara Nasional Indonesia adalah salah satu pilar utama, telah membuktikan kepada seluruh rakyat bahwa Tentara Nasional Indonesia adalah tentara rakyat. Tentara Nasional Indonesia adalah tentara pejuang. Tentara Nasional Indonesia adalah tentara nasional, tentara untuk seluruh bangsa Indonesia. Dari barat sampai ke timur, dari utara sampai ke selatan, TNI adalah milik seluruh bangsa. TNI berada di atas semua golongan. TNI berada di atas semua organisasi apa pun.

Karena itu, peresmian jembatan ini adalah bukti sekali lagi atas disiplin Tentara Nasional Indonesia. Atas semangat Tentara Nasional Indonesia, atas cinta Tentara Nasional Indonesia kepada rakyatnya dan kepada bangsanya. Bahwa Tentara Nasional Indonesia, sumpahnya adalah rela mati, rela korbankan jiwa dan raganya untuk keselamatan bangsa dan negara. Ini saya kira makna dari peresmian jembatan-jembatan tersebut. Saya terus terang saja tidak mengharapkan penyelesaian begitu banyak jembatan dalam waktu yang begitu singkat. Saya bangga dengan prestasi semua petugas dari Satgas Jembatan di manapun engkau berada. Saya minta Ketua Satgas untuk mengajukan kepada saya semua petugas dari semua unsur yang telah menyumbang tenaga, pikiran, usahanya untuk menyelesaikan tugas yang besar ini. 

Saudara-saudara, 
Mungkin ada orang yang memandang jembatan gantung yang mungkin menyeberangi beberapa belas meter atau beberapa puluh meter, sesuatu yang tidak strategis. Ada pihak-pihak yang ingin membangun monumen-monumen besar, membangun pencakar langit, membangun gedung-gedung mewah. Tidak. Pemerintah yang saya pimpin bangga, bahwa kita menjawab kesulitan rakyat kita yang paling kecil, rakyat kita yang paling jauh, rakyat kita yang paling terpencil. 

Saudara-saudara sekalian, 
Terima kasih jerih payah Saudara-saudara. Terima kasih kerja keras Saudara-saudara. Sekarang, saya tidur lebih lega, karena anak-anak di desa-desa terpencil tidak perlu lagi menyeberangi sungai dengan keadaan bahaya terhadap keselamatannya. Anak-anak kita di tempat-tempat terpencil tidak perlu lagi duduk di kelas dengan pakaian basah, pulang dari sekolah dengan pakaian basah. 

Saudara-saudara sekalian, 
Inilah artinya, bahwa sesungguhnya jembatan gantung di daerah terpencil yang hanya sekian meter lebarnya dan hanya sekian meter panjangnya, sesungguhnya jembatan itu adalah strategis bagi pemerintah yang saya pimpin. Bahwa, kepentingan rakyat adalah yang paling kita utamakan. Saudara-saudara sekalian, Kepala Staf Angkatan Darat, para Panglima, para Komandan Korem, para Komandan Kodim, para Komandan Koramil, para Babinsa, para Komandan-Komandan Brigade, para Komandan-Komandan Batalion, sampaikan terima kasih saya sebagai Presidenmu, sebagai Panglima Tertinggimu. Terima kasih saya, rasa bangga saya, rasa hormat saya, bahwa saya memimpin tentara yang demikian cintanya kepada rakyatnya, yang demikian semangat, demikian berani berkorban segalanya untuk kepentingan bangsa dan rakyat yang kita cintai. 

Saudara-saudara sekalian, 
Kita berada dalam keadaan dunia yang penuh bahaya, pihak-pihak kekuatan besar sedang bertikai dan bisa menyeret bangsa-bangsa lain ke dalam keadaan yang susah. Saudara-saudara sekalian, sekali lagi saya katakan, saya sudah melihat dan saya sudah mempelajari angka-angka, data-data kekayaan kita. Setiap hari kita ketemukan terus kekayaan-kekayaan baru. Kita akan mengalami kesulitan, saya tidak akan menutup-nutupi itu, tapi kita punya kekuatan. Saya kira, perkiraan saya, kita akan keluar lebih kuat. Kita akan keluar dari krisis ini dalam keadaan yang lebih kuat dan lebih makmur, lebih produktif, lebih mampu berdiri di atas kaki kita sendiri. Kita sangat bersyukur atas karunia yang diberikan Yang Maha Kuasa kepada kita.

Saudara-saudara sekalian, 
Yang bertahun-tahun saya perjuangkan, swasembada pangan, dalam keadaan perang di mana-mana, dalam keadaan harga BBM menjulang sangat tinggi, yang bisa mempengaruhi harga pangan, kita bersyukur bahwa kita swasembada, hampir kita capai swasembada pangan. Kita sudah sampai swasembada beras, di mana beras adalah makanan pokok kita. Tapi, kita juga sebentar lagi akan mencapai kemampuan kita, memenuhi kebutuhan protein kita. Apapun terjadi di mana bangsa-bangsa lain banyak akan mengalami kesulitan, minimal kita aman masalah pangan.

Masalah BBM juga, bertahun-tahun saya perjuangkan swasembada energi. Dan, kita memiliki karunia besar dari Yang Mahakuasa bahwa kita nanti mampu, kebutuhan BBM kita dari bukan dari impor luar negeri, bahkan dari tanaman-tanaman kita, dari kelapa sawit, dari singkong, dari jagung, dari tebu. Saudara-saudara sekalian, kita harus kerja keras, kita harus rukun, kita harus bersatu menghadapi krisis. 

Sekali lagi, Kepala Staf Angkatan Darat, sampaikan ke seluruh anggota yang bekerja di lapangan, terima kasih pemerintah, terima kasih saya atas prestasi ini, atas kerja keras ini. Kalau memang benar akhir tahun ini, Saudara bisa selesaikan apa yang Saudara targetkan, dan tahun depan hampir semua kebutuhan jembatan di semua daerah-daerah kita bisa kita selesaikan, terutama yang menyangkut kebutuhan rakyat kita di desa-desa yang terpencil, artinya Saudara telah berbuat yang sangat besar terhadap keadaan dan kebaikan bangsa Indonesia. Itu saja dari saya. 

Terima kasih, pemerintah daerah yang telah juga membantu. Terima kasih atas kerja sama semua lembaga, semua pihak. Ini yang kita harus buktikan terus. Bersatu kita kuat. Bersatu kita akan menghadapi semua kesulitan. Kita akan keluar dari semua krisis. Saya percaya dan saya yakin kita keluar dari semua krisis dalam keadaan lebih baik, lebih kuat. Terima kasih.

Selamat bekerja. Selamat berjuang. Teruskan pengabdianmu yang luar biasa ini.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, 
Salam sejahtera bagi kita sekalian,
Syalom, 
Salve,
Om santi santi santi om,
Namo Buddhaya, 
Salam kebajikan, 
Rahayu rahayu. 

Dan, dengan ini, dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, pada sore hari ini, Senin, 9 Maret tahun 2026, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia dengan ini meresmikan 77 Jembatan Bailey, 59 Jembatan Armco, dan 82 Jembatan Perintis.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. 
Terima kasih. 

Merdeka! Merdeka! Merdeka! 
Terima kasih.