Sambutan Presiden pada Peresmian LRT Jakarta Jalur Kelapa Gading-Manggarai

 
bagikan berita ke :

Rabu, 16 September 2026
Di baca 11 kali

di Stasiun LRT Manggarai, Jakarta

Bismillahirrahmanirrahim.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Selamat siang,
Salam sejahtera bagi kita sekalian,
Syalom,
Salve,
Om swastiastu,
Namo Buddhaya,
Salam kebajikan.

Yang saya hormati, Gubernur DKI Jakarta sebagai penyelenggara, Saudara Pramono Anung Wibowo;
Yang saya hormati, Wakil Gubernur DKI Jakarta Saudara Rano Karno;
Para Menteri dan Anggota Kabinet Merah Putih yang hadir: Menteri Perhubungan Saudara Dudy Purwagandhi, Menteri Sekretaris Negara Saudara Prasetyo Hadi, Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman, Sekretaris Kabinet Republik Indonesia Letkol Teddy Indra Wijaya;
Ketua DPRD Provinsi DKI Jakarta Saudara Suhud Alynudin yang saya hormati; Dirut PT Jakpro Saudara Iwan Takwin, Dirut PT LRT Jakarta Saudara Aditia Kesuma Negara, terima kasih;
Yang saya hormati pegawai Kereta Light Rail Transit (LRT), para petugas stasiun, masinis, dan seluruh staf pegawai LRT;
Para tamu undangan dan rekan-rekan pers media yang hadir, yang saya hormati.

Tentunya sebagai insan yang bertakwa, tidak henti-hentinya kita panjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan Mahakuasa, Tuhan Mahabesar, bagi umat Islam Allah subhanahu wa ta’ala yang memiliki sekalian alam. Hanya kepada-Nya lah kita berdoa dan hanya kepada-Nya lah kita meminta pertolongan. Kita bersyukur atas segala karunia, atas kesehatan, atas kedamaian yang masih diberikan kepada kita, sehingga pada hari ini kita dapat berkumpul bersama dalam suatu acara yang sangat membanggakan, yaitu Peresmian LRT Jakarta Rute Kelapa Gading-Manggarai.

Dalam kesempatan ini, tentunya kita selalu ingat Saudara-saudara kita yang mengalami musibah, ya. Yang terakhir Kapal Virgo di Banjarmasin, dan kita selalu berdoa agar keluarga yang ditinggal diberi ketabahan, keteguhan, dan kita terus akan melakukan investigasi, menyelidiki apa sebab dan kejadian tersebut, supaya di masa depan kita lebih bisa mitigasi dan bisa mengambil langkah-langkah yang terbaik. Juga, masih banyak Saudara-saudara kita di berbagai tempat Yang mengalami kesulitan akibat bencana alam yang dihadapi. Tetapi, seluruh pemerintah pusat, daerah, provinsi, kabupaten semua, instansi, terbukti bekerja sama dengan baik untuk menghadapi semua tantangan dan kesulitan. Saya kira ini adalah contoh bernegara secara Indonesia, dan hari ini saya lihat ini juga suatu contoh bagaimana Indonesia bernegara.

Kita menyaksikan langkah penting dalam rencana pembangunan bangsa, transformasi bangsa, bahwa Jakarta Raya, ya, Jabodetabek, sebetulnya sekarang sudah menjadi mungkin metropolitan terbesar di dunia, 42 juta manusia. Bahwa kita bisa mengelola suatu aglomerasi, suatu metropolitan sebesar ini, 42 juta. Mungkin lebih besar dari banyak negara di dunia. Kita bisa mengelola dengan aman, dalam suasana demokratis tapi tertib. Contoh yang paling baik daripada bernegara secara Indonesia, saya Presiden Republik Indonesia memimpin pemerintah pusat, Saudara Pramono Anung Gubernur DKI memimpin pemerintah daerah Jakarta, kita datang dari partai yang berbeda, kita bersaing dalam pemilihan umum, tapi kita bisa bekerja sama, kita bisa saling menghormati. Karena, karena kita sadar di dalam hati sanubari kita, bahwa kita dipilih oleh rakyat.

Kita di sini, saya di sini sebagai Presiden, Saudara Pramono Anung sebagai Gubernur Saudara Rano Karno sebagai [Wakil] Gubernur, kita pelayan rakyat, kita petugasnya rakyat. Pikiran kita, tenaga kita, upaya kita semuanya untuk rakyat Indonesia. Dan kalau kita tidak kuat dan tidak sanggup, ya, kita harus kesatria, kita harus pinggir. Selama kita mau menerima mandat ini, selama kita mau menerima kehormatan melayani rakyat Indonesia, selama itu kita harus bekerja hanya untuk kepentingan yang besar: kepentingan bangsa, kepentingan rakyat.

Karena itu, hari ini adalah hari yang sangat membahagiakan saya. Hari ini adalah hari yang membanggakan, bahwa bangsa kita terus teratur, mungkin tidak fantastis. Tapi kita maju, setapak demi setapak, demi setapak. Tadi dikatakan lima-enam tahun yang lalu, atau 10 tahun yang lalu, siapa mengira kita bisa punya sistem transportasi seperti sekarang? Ini di Manggarai ada LRT, ada KRL, ada Transjakarta, ada Transjabodetabek, ya, kan, kereta ke bandara. Ini menjadi transport hub, dan ini nanti akan dibangun menara-menara perumahan untuk rakyat yang berpenghasilan rendah. Tadi dilaporkan oleh Gubernur, pertumbuhan DKI meningkat. Perusahaan-perusahaan yang tadi agak lusuh, sekarang bangkit, investasi naik luar biasa, ya.

Jadi, Saudara-saudara, ini menunjukkan bila pemimpin-pemimpin bisa kerja sama, bisa gotong royong dan harus gotong royong, tapi bisa dan mau gotong royong, mau kerja sama, bangsa ini akan bangkit menjadi bangsa yang luar biasa. Saya yakin itu. Sebentar lagi Indonesia dengan segala masalahnya, kita akan bangkit dan kita akan menuju cita-cita pendiri-pendiri bangsa kita.

Saya ucapkan terima kasih dan saya menyampaikan penghargaan kepada semua pihak yang membuat ini berhasil. Dan, tadi ada sedikit harapan, ya, dari Gubernur, Danantara untuk ikut membantu, saya kira Danantara wajib membantu, ya. Karena DKI bukan hanya milik orang yang tinggal di DKI, DKI milik seluruh bangsa, ya.

Tadi benar saya sampaikan, sesudah ini mungkin satu-dua minggu, saya akan gelar rapat Gubernur [dan] Bupati seluruh Indonesia, dengan DPRD seluruh Indonesia, untuk saya launching Gerakan Indonesia ASRI. Indonesia ASRI artinya Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah, ya. Ini harus kita wujudkan. Jadi, saya tadi menampilkan kalau bisa mulai dari Jakarta. Jakarta harus jadi kota hijau, kota, kota taman, the garden city, the green city. Semua gedung-gedung besar kalau bisa vertical garden, ya, dan kalau bisa inisiatif dari pemilik gedung. Kalau mereka kesulitan, Pemda akan turun tangan. Pemerintah daerah merasa perlu, pemerintah pusat akan turun tangan, ya. Ibu kota DKI, tapi nanti semua ibu kota provinsi, semua ibu kota kabupaten harus kita ubah. Indonesia harus transformasi. Hilangkan sampah, bersihkan kali-kali, ya, dengan teknologi dan sebagainya. Tadi Gubernur sudah melaporkan banyak kolam-kolam air sudah bersih sekarang, ya. Dan, rencana Beliau akan membikin jogging track, taman-taman, dan selanjutnya. Saya sangat mendukung.

Saya kira itu dari saya, ya. Jangan lama-lama, ya, kalau pidato sekarang. Intinya selamat, terima kasih, Gubernur, ya. Saya harus akui kalau ada Gubernur yang hebat, ya, saya akui dia hebat, Wakil Gubernur, walaupun, walaupun bukan dari partai saya. Tapi, ini harus mendorong partai-partai lain, ya, kan. Ya kerja yang benar, dong.

Terima kasih. Selamat, Pak Pramono. Selamat, Doel. Tapi sekarang sudah tidak anak jalanan, ya. Selamat. Saya sangat bahagia hari ini, ya. Enak naik LRT, ya, luar biasa. Baik. Dengan demikian kita, tapi saya mau baca dulu pantun.

Naik LRT menuju Manggarai,
Singgah sebentar di Kelapa Gading.
Transportasi maju Kota Jakarta semakin ramai,
Konektivitas kuat Indonesia semakin bersaing.

Pagi hari melihat matahari,
Naik LRT menuju kota.
Transportasi maju rakyat berseri,
Indonesia maju untuk kita semua.

Bismillahirrahmanirrahim, pada siang hari ini, Rabu, 16 September 2026, dengan rahmat Tuhan Yang Mahabesar, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, dengan ini meresmikan LRT Jakarta Jalur Kelapa Gading-Manggarai.