Kunjungi Bandara I Gusti Ngurah Rai, Kemensetneg Pastikan Kesiapan Layanan Imigrasi Bagi Tamu Negara dan Delegasi World Water Forum 2024

 
bagikan berita ke :

Minggu, 19 Mei 2024
Di baca 439 kali

Dalam menjalankan peran sebagai tuan rumah World Water Forum (WWF) ke-10, Indonesia juga perlu menjalankan tugasnya untuk mempertahankan keamanan negara. Langkah tersebut ditempuh dengan memberikan pelayanan khusus pada jalur keluar masuk imigrasi yang akan dilalui oleh para tamu negara dan delegasi WWF.

 

Kesiapan layanan imigrasi menjadi perhatian khusus karena menjadi garda terdepan dalam menyambut para tamu negara dan delegasi. Melalui pelayanan prima pada jalur imigrasi, Indonesia tidak hanya memberikan rasa aman bagi para tamu negara dan delegasi yang hadir, namun juga tetap mempertahankan keamanan dan kedaulatan negara.

 

Dalam hal keimigrasian, Kemensetneg turut meninjau persiapan dan upaya Kantor Imigrasi Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai menjamin kenyamanan dan kemudahan para tamu negara dan delegasi WWF. Kepala Kantor Imigrasi Kelas 1A Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Suhendra menuturkan bahwa telah disiapkan 3 Counter Delegasi dan 7 Mobile unit untuk pelayanan delegasi di terminal VVIP dan VIP pada pelaksanaan World Water Forum (WWF) ke-10 di Bali pada tanggal 18-25 Mei 2024.

 

Selain itu,  jalur khusus bagi para tamu negara dan delegasi World Water Forum, serta signage-signage berlogo WWF 2024 telah dirancang dalam upaya memudahkan prosedur keimigrasian. Upaya ini diharapkan mampu mengurangi kepadatan dan antrian delegasi di pintu imigrasi bandara.

 

Demi kenyamanan para tamu negara dan delegasi, Liaison Officer (LO) akan membantu para tamu negara (VVIP) dan delegasi sejak kedatangan. LO akan mengantar langsung para pimpinan negara (VVIP) menuju ruang tunggu VVIP, dimana para delegasi lainnya melakukan pengurusan perijinan di jalur khusus delegasi World Water Forum. Selanjutnya, tamu negara (VVIP) dan delegasi akan menuju ruang tunggu bagasi sebelum setelahnya menuju hotel.  

 

Dari sisi fasilitas, Bandara I Gusti Ngurah Rai turut menerapkan teknologi untuk memudahkan layanan imigrasi bagi para tamu negara (VVIP) dan delegasi. Suhendra menjelaskan bahwa saat ini pintu imigrasi bandara telah dilengkapi dengan 30 unit automatic gate. Melalui penggunaan automatic gate ini, para tamu negara (VVIP) dan delegasi dapat melakukan layanan imigrasi, seperti pindai paspor dan visa secara mandiri sehingga mempercepat proses layanan keimigrasian. Pada penyelenggaraan World Water Forum, fasilitas automatic gate ini akan ditambah 54 unit lagi sebagai bentuk optimalisasi layanan imigrasi bandara.

 

Keamanan negara juga turut menjadi prioritas dalam penyelenggaraan World Water Forum. Di pintu masuk menuju ruang VVIP, telah dipasang fasilitas screening awal bagi barang bawaan para tamu negara dan delegasi yang akan memasuki ruang VVIP. Selain itu, fasilitas kesehatan digital juga telah disiagakan untuk mencegah penularan penyakit seperti covid-19 dan flu kuning (yellow fever).  

 

Suhendra juga menyampaikan bahwa kesiapan layanan imigrasi di Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai Bali ini terlaksana karena adanya kolaborasi yang intens antar pemerintah seperti Kemenkumham, Kemensetneg, Kemenlu, Kemen PUPR, dan Pemprov Bali.

Bagaimana pendapat anda mengenai artikel ini?
0           0           0           0           0