4th Kartini International Archery Championship 2021 di GBK

 
bagikan berita ke :

Rabu, 21 April 2021
Di baca 320 kali

Tanggal 21 April merupakan momentum sejarah bagi bangsa Indonesia. Momen di mana seorang wanita yang bernama Raden Ajeng Kartini menjadi simbol keberanian dan kemandirian seorang wanita. Raden Ajeng Kartini atau R.A Kartini menginspirasi seluruh wanita di Indonesia dalam memperjuangkan emanipasi wanita.

 

Peringatan Hari Kartini di Indonesia biasanya dirayakan dengan menggunakan beragam pakaian adat, baik itu digunakan oleh anak-anak maupun orang dewasa. Tak hanya itu, beragam acara juga digelar untuk memperingati hari Kartini. Pada tanggal 9 sampai dengan 11 April bertempat di Lapangan Panahan Gelora Bung Karno diselenggarakan 4th Kartini International Archery Championship 2021 yang diikuti oleh tiga ratus pemanah baik dari klub maupun perorangan.

 

Sebanyak dua belas kategori dikompetisikan dalam acara ini yaitu Recurve Men, Recurve Women, Compound Men, Compound Men Master (di atas 30 tahun), Compound Women Master (di atas 30 tahun), Barebow Men, Barebow Women, National General Men, National General Women, Recurve Boy (di bawah 13 tahun) dan Recurve Women (di bawah 13 tahun).

 

 

Indrie HP Koentjoro selaku Ketua Penyelenggara Kartini International Archery Championship menyatakan, “Kejuaraan Kartini International Archery Championship merupakan acara yang rutin digelar setiap tahun. Kejuaraan ini menjadi salah satu kegiatan untuk mencari bibit-bibit muda yang diharapkan dapat melanjutkan tongkat estafet prestasi yang diukir oleh 3 Srikandi dalam bidang panah,” ujar Indrie saat diwawancarai.

 

Tiga Srikandi yang dimaksud ialah Nurfitriyani Saiman Lantang, Lilies Handayani, dan Kusuma Wardhani yang merupakan. para pemanah wanita yang pertama kali sukses membawa medali pertama untuk Indonesia di Olimpiade musim panas ke-24 pada 1988 yang diadakan di Seoul, Korea. Untuk itu, dalam rangka memeriahkan Hari Kartini, kami bersama 3 Srikandi menggagas pelaksanaan kejuaraan Kartini International Archery Championship ini. Diharapkan para pemanah di atas usia 13 tahun yang sudah masuk high performance programme dapat terjaring dan kelak dapat mengharumkan nama Indonesia dikancah nasional maupun internasional”,  tutup Indrie. (TNS, Humas PPKGBK/ART/WKA Humas Kemensetneg)

Bagaimana pendapat anda mengenai artikel ini?
0           0           0           0           0