Eco-Creator, Cara Gen Z Menggemakan Isu Lingkungan

 
bagikan berita ke :

Kamis, 02 Mei 2024
Di baca 366 kali

Foto Cover: banggaikep.go.id


Content creator atau kreator konten merupakan profesi yang sedang popular di Indonesia beberapa tahun terakhir. Kreator konten didefinisikan sebagai seseorang yang menciptakan sebuah konten dan mengolah informasi secara kreatif dan informatif baik dalam bentuk, gambar, video, maupun tulisan untuk kemudian karya tersebut disebarkan di platform tertentu. Secara umum, seorang kreator konten dapat membahas informasi dari bidang yang sesuai dengan ketertarikannya atau berdasarkan target audiens, seperti musik, kuliner, kecantikan, pendidikan, finansial, dan lingkungan. Salah satu kreator konten yang saat ini cukup popular adalah kreator konten bidang lingkungan (ecology) atau yang biasa disebut ecology content creator atau disingkat eco-creator atau juga dapat disebut sebagai eco-influencer (pegiat lingkungan).

 

Eco-creator yang membahas tentang ekologi atau isu lingkungan mulai dikenal di Indonesia seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat tentang isu perubahan iklim. Tentunya, Gen Z berperan paling besar dalam hal ini. Kurangnya kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang pemilahan sampah, mekanisme pengelolaan sampah yang tidak terstruktur, hingga budaya membuang sampah sembarangan menjadi hal yang terus digemakan oleh Gen Z melalui media sosial. Salah satu eco-creator yang banyak diketahui oleh warga internet atau citizen of the net adalah Pandawara.

 

 


Foto: https://www.instagram.com/pandawaragroup

 

Pandawara kini menjadi salah satu eco-creator paling terkenal di Indonesia. Aksinya dalam membersihkan sampah berhasil mengangkat isu lingkungan di Indonesia ke permukaan. Bayangkan, sejak tahun 2023 Pandawara berhasil membersihkan 5 pantai besar di Indonesia dengan melibatkan puluhan ribu masyarakat dan Pemerintah Daerah setempat. Di Lombok, misalnya, Pandawara berhasil mengajak lebih dari 3.000 orang untuk berpartisipasi membersihkan Pantai Labuhan Haji, Lombok.

 

Urgensi Isu Lingkungan dan Masa Depan Eco-creator

Isu lingkungan yang tak kunjung diselesaikan dapat mengancam kenyamanan hidup masyarakat. Masalah persampahan, misalnya, hingga kini masyarakat di Indonesia masih belum sadar betapa pentingnya pemilahan dan pengelolaan sampah secara mandiri. Puluhan ton sampah setiap harinya masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Hal ini menyebabkan banyak TPA terancam penuh dan tidak bisa lagi menampung sampah, seperti yang terjadi di TPA Sarimukti Bandung, TPA Sarbagita Suwung Bali, dan TPA Bantar Gebang.

 

Selain itu, kurangnya lahan terbuka hijau dan daerah resapan air juga menjadi isu lingkungan dengan urgensi tinggi. Hal ini menyebabkan banyak masalah, seperti banjir, polusi udara, hingga menyusutnya permukaan tanah. Di Jakarta, ini adalah masalah yang besar karena berpotensi menyebabkan Jakarta tenggelam.

 

Dengan timbunan masalah tersebut, Indonesia memiliki harapan besar pada Gen Z. Dibandingkan generasi-generasi sebelumnya, Gen Z adalah generasi yang jauh lebih peduli terhadap lingkungan. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Universitas Multimedia Nusantara (UMN) Consulting, Gen Z memiliki karakter benevolence, yang berarti memiliki rasa kepedulian yang tinggi dan suka menolong. Inilah alasan aktivis lingkungan dan eco-creator didominasi oleh Gen Z.

 

Tentu, eco-creator seperti Pandawara berhasil menyita perhatian masyarakat dan menjadi pionir perubahan bagi Gen Z untuk berani ikut andil dalam taubat ekologis. Namun, besar kemungkinan konten lingkungan dari para eco-creator dapat tenggelam oleh algoritma media sosial. Itulah alasan masa depan eco-creator perlu mendapat perhatian dari pemerintah. Jaminan kesehatan, jaminan keselamatan jiwa, dan insentif sebagai bentuk apresiasi sudah sepatutnya diberikan oleh pemerintah terhadap para eco-creator.

 

Sudah saatnya pemerintah dan masyarakat bahu-membahu melanjutkan langkah berani eco-creator untuk mengatasi isu lingkungan di Indonesia!

 

Referensi:

Sundawa, Y. A. & Trigartanti, W. (2018). Fenomena Content Creator di Era Digital. Prosiding Hubungan Masyarakat, 4(2),438-441.

Anonymous. (2019). Indonesia Darurat Sampah: TPA-TPA di Indonesia yang Terancam Penuh. Diakses pada 19 Februari 2024, dari https://waste4change.com/blog/indonesia-darurat-sampah-tpa-terancam-penuh/

Dellanita, A. & Nariswari, S. L. (2022). Studi: Gen Z Terbukti Peduli pada Lingkungan dan Tidak Boros. Diakses pada 19 Februari 2024, dari https://lifestyle.kompas.com/read/2022/07/22/210841220/studi-gen-z-terbukti-peduli-pada-lingkungan-dan-tidak-boros


 

Penulis          : Donia Helena Samosir

Profesi           : Mahasiswa

Universitas   : Universitas Brawijaya

 

Bagaimana pendapat anda mengenai artikel ini?
40           0           0           0           0