Hutan Kota Kemayoran, Alternatif Tujuan Wisata Warga Jakarta

 
bagikan berita ke :

Kamis, 13 Desember 2018
Di baca 69 kali

 

Bosan dan penat dengan pemandangan gedung-gedung tinggi dan hilir mudik kendaraan khas ibukota? butuh udara segar dan pemandangan alam? Warga Jakarta kini tak perlu pergi jauh mencari tempat rekreasi apalagi mengeluarkan uang yang banyak karena Hutan Kota Kemayoran akan menjawab alternatif tujuan wisata Anda.

Memasuki kawasan hutan kota Kemayoran, mata Anda akan dimanjakan dengan pemandangan pepohonan hijau nan asri dan udara sejuk kaya oksigen ini sungguh bertolak belakang dengan pusat Jakarta yang tergerus polusi dari kendaraan tanpa henti. Sisi kanan hutan terpampang danau seluas 12,8 hektar dengan rumah pompa penahan banjir. Kurang lebih sekitar 200 sampai 300 meter berjalan, Anda akan sampai pada rawa buatan yang nantinya akan diperuntukkan untuk berbagai tumbuhan antara lain mangrove. Sebagaimana diketahui, mangrove memiliki akar yang efisien dalam melindungi tanah di wilayah pesisir. Berfungsi antara lain sebagai pelindung pengikisan tanah akibat air (erosi) dan pengikisan permukaan tanah akibat hempasan ombak laut (abrasi).

 

Hutan Kota Kemayoran, The Three Wonderful Journey

Direktur Utama Pusat Pengelolaan Komplek (PPK) Kemayoran, Medi Kristianto dalam acara bincang santai "Mantul" atau singkatan dari "Mantap Betul" di Lobby Gedung Utama Kementerian Sekretariat Negara pada Jumat pagi (30/11), menjelaskan selama 3 tahun terakhir ini PPK Kemayoran sedang merevitalisasi Hutan Kota, yang luasnya 22,3 hektar sebagai ruang terbuka hijau dan daerah resapan air. Fungsi Hutan Kota Kemayoran yang disebut sebagai “Three Wonderful Journey” merupakan sarana rekreasi, edukasi, dan konservasi. "Sebagai sarana rekreasi, akan ada jogging track, ada tempat bersepeda sebagai sarana edukasi, akan ada penangkaran burung dan kupu-kupu, tempat pembibitan, pengolahan sampah. Ketiga adalah konservasi, untuk pelestarian mangrove, penahan banjir, rumah pompa, dan sebagainya," kata Medi Kristianto. Karena komitmennya dalam menjalankan fungsi mengelola Hutan Kota Kemayoran PPK Kemayoran mendapatkan penghargaan “Top 99 Innovation” Pelayanan Publik dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi pada Juni 2018 lalu.

 

Pemanfaatan Hutan Kota Kemayoran ini nantinya akan diperuntukkan bagi masyarakat luas yang ingin berekreasi, sekaligus memanfaatkan sarana edukasi dan konservasi. Sebagai lahan konservasi, rawa buatan pada Hutan Kota Kemayoran melakukan pengembangan penanaman bibit tumbuhan seperti kangkung, enceng gondok, menteng, wuni dan mangrove. Menurut keterangan Jaka, salah seorang staf dari Divisi Pemeliharaan Kemayoran, tumbuhan kangkung lah yang banyak tumbuh subur di rawa buatan ini, selain juga tumbuhan lain, seperti mangrove yang kaya manfaat.

 

Selain tumbuhan, terdapat pula habitat binatang liar yang dibiarkan hidup dan berkembang di rawa seperti ikan patin, ular sanca dan biawak. “Waktu normalisasi rawa, kami ketemu binatang ular sanca dan biawak,“ kata Jaka. Sebagaimana fungsinya hutan, yang menaungi, maka habitat alami binatang dan tumbuhan di Hutan Kota Kemayoran dapat tetap terjaga dan lestari sehingga dapat memberikan sumbangan bagi ekosistem kehidupan. Warga Jakarta dan sekitarnya pun dapat menikmati udara segar dengan tanaman hijau khas hutan dalam kota, memanfaatkan waktu bersama keluarga, dan berolahraga menjaga kesehatan, tanpa harus berwisata ke luar kota atau ke luar negeri. (Rengga Damayanti-Asdep Hukum)

Bagaimana pendapat anda mengenai artikel ini?
0           0           0           0           0