Kepemimpinan Indonesia dalam ASEAN 2023: Keamanan Laut sebagai Kepentingan Bersama

 
bagikan berita ke :

Kamis, 18 April 2024
Di baca 518 kali

Foto Cover: BPMI Setpres 


Pada tahun 2023, Indonesia kembali menerima mandat kepemimpinan dalam ASEAN. Komunitas internasional meletakkan harapan yang besar terhadap kepemimpinan Indonesia bagi perkembangan kawasan. Harapan yang besar itu bukanlah sesuatu yang sangat mengejutkan lantaran Indonesia telah membangun jejak kepemimpinan yang baik sehingga kerap dianggap pemimpin de facto ASEAN. 

 

Dari berbagai inisiatif yang diluncurkan, terdapat beberapa inisiatif yang jatuh ke satu kategori yang sama, yakni perihal keamanan laut. Sebagai negara maritim, laut memainkan peran penting sebagai penyedia sumber daya alam serta penghubung antar pulau Indonesia. Oleh karena itu, penting bagi Indonesia untuk menjaga keamanan laut yang juga dapat dicapai dengan kerja sama di tingkat ASEAN.

 

Mengapa ASEAN? Tentu karena pentingnya laut tidak hanya dirasakan oleh Indonesia, tetapi juga oleh negara-negara anggota ASEAN lainnya. Berbagai inisiatif yang diluncurkan atau dilanjutkan itu memiliki keragaman dalam area cakupannya.

 


Foto: kemlu.go.id

 

ASEAN Maritime Outlook (AMO) dapat dijadikan contoh pertama dari inisiatif tersebut. Seperti pada Indonesia, laut juga turut memainkan peran penting dalam perkembangan kawasan Asia Tenggara. Dokumen tersebut memuat berbagai kerja sama maritim serta badan ASEAN apa saja yang terlibat dalam pelaksanaannya. AMO dapat menjadi rujukan bagi negara-negara anggota ASEAN dalam menjalankan dan mengembangkan berbagai kerja sama di bidang maritim (Kemlu, 2023).

 

Berikutnya, Indonesia melanjutkan pelaksanaan dari ASEAN Coast Guard Forum yang pada tahun 2022 telah diadakan di Bali, Indonesia (Bakamla RI, 2023). Indonesia, melalui Bakamla RI, kembali mengadakan pertemuan forum tersebut pada Juni 2023 dengan tema “security & stability for ASEAN”. Forum ini memberikan kesempatan bagi coast guard negara anggota ASEAN untuk berdiskusi dan berbagi informasi terkait upaya menjaga keamanan dan keselamatan laut masing-masing. 

 

Tidak hanya itu, dengan kepemimpinan Indonesia, ASEAN mengeluarkan ASEAN Declaration on the Placement and Protection of Migrant Fishers. Deklarasi ini juga turut menjadi simbol komitmen negara-negara anggota ASEAN dalam melindungi nelayan migran dari berbagai ancaman di lapangan sebagai pemenuhan hak-hak mereka. Disusunnya deklarasi ini tidak hanya memperoleh dukungan dari negara-negara anggota ASEAN lainnya, tetapi juga dari organisasi internasional seperti International Labour Organization hingga Greenpeace (Greenpeace Southeast Asia, 2023).

 

Menurut Christian Bueger, berbagai inisiatif yang diambil itu turut mencakup beberapa dimensi dari keamanan laut, seperti dimensi keamanan manusia serta keamanan nasional (Bueger, 2015). Berbagai inisiatif tersebut memang memiliki cakupan pada level Asia Tenggara atau ASEAN. Namun, besarnya area cakupan keamanan laut tersebut memberikan kesempatan bagi Indonesia untuk turut bekerja sama dengan negara anggota ASEAN yang lainnya dalam menjaga keamanan laut. Hal ini sesuai dengan sifat dari laut yang terhubung dengan negara-negara lain sehingga upaya untuk menjaga keamanannya juga membutuhkan kerja sama dengan negara bersangkutan.

 


Foto: BPMI Setpres

 

Kini, dengan dimulainya tahun 2024, kursi kepemimpinan ASEAN telah dioper ke negara anggota lain, yakni Laos. Terlepas dari tidak adanya mandat kepemimpinan, Indonesia tidak berarti akan mengkhianati jejak komitmen yang telah dibentuknya sejak awal lahirnya ASEAN. Justru, dengan diopernya tongkat estafet kepemimpinan itu, Indonesia masih dapat terlibat aktif dalam berbagai inisiatif ASEAN, terutama di bidang maritim, dalam pembangunan kawasan.

 

 

Referensi

Bakamla RI (2023) Bakamla RI Gelar ASEAN Coast Guard Forum 2023 di Jakarta , Badan Keamanan Laut website. Diakses pada 23 Februari 2024 dari: https://bakamla.go.id/publication/detail_news/bakamla-ri-gelar-asean-coast-guard-forum-2023-di-jakarta

Bueger, C. (2015) ‘What is maritime security?’, Marine Policy, 53, pp. 159–164. doi:10.1016/j.marpol.2014.12.005.

Greenpeace Southeast Asia (no date) Greenpeace on ASEAN’s historic declaration on migrant fishers protection. Diakses pada 23 Februari 2024 dari: https://www.greenpeace.org/southeastasia/press/58883/greenpeace-on-aseans-historic-declaration-on-migrant-fishers-protection/

Kemlu (2023) ASEAN Maritime Outlook Amo Inisiatif Indonesia PERKUAT Kerja Sama Maritim ASEAN Yang Komprehensif. Diakses pada 23 Februari 2024 dari: https://kemlu.go.id/portal/id/read/5152/berita/asean-maritime-outlook-amo-inisiatif-indonesia-perkuat-kerja-sama-maritim-asean-yang-komprehensif

 

 


 

 

Penulis : Abel Josafat Manullang  

Profesi : Mahasiswa

Instansi : Universitas Padjadjaran

 

Bagaimana pendapat anda mengenai artikel ini?
3           2           0           0           4