Kerjunas Selam di Stadion Aquatik, Tandingkan Berbagai Kategori dan Nomor Selam

 
bagikan berita ke :

Rabu, 01 Mei 2019
Di baca 518 kali

Pemanfaatan fasilitas Stadion Aquatik GBK tidak hanya terbatas renang tetapi juga meliputi cabang olahraga selam. Di balik kemegahan Stadion Aquatic GBK yang berstandar internasional, untuk pertama kalinya Pengurus Besar Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia menggelar Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Selam. Kejurnas Selam mempertandingkan Kejurnas Hockey Underwater dan Kejurnas Free Dive yang berlangsung pada 29 April s.d.1 Mei 2019. Selain dua cabang tersebut, kejuaraan ini juga mempertandingkan Finswimming Nomor Kolam Senior dan Kelompok Umur.

 

 

Sebagai salah satu cabang olahraga selam, Hockey Underwater adalah olahraga seperti olahraga hoki pada umumnya, tetapi dilakukan di dalam air. Perbedaan mendasar memang terletak pada tempat pertandingan dan peralatan yang digunakan. Para peserta wajib menggunakan pakaian renang, masker, dan fins atau sepatu katak. Sementara untuk stick hockey atau tongkat hoki berukuran lebih pendek dari tongkat hoki lapangan dan menggunakan puck atau bola hoki. Pemenang olahraga hoki dalam air ini adalah tim yang berhasil memasukan bola hoki ke dalam gawang lawan.

Free diving adalah olahraga selam yang dilakukan dengan terjun bebas ke dalam air. Peserta menggunakan wet suit atau baju selam, masker, dan fins. Pada kejurnas ini ada tiga kategori yang dipertandingkan yaitu static apnea (tahan napas tanpa gerak), dynamic with fins (berenang di dalam air tahan nafas memakai alat fins), dan dynamic no fins (berenang tahan napas tidak pakai fins).

 

Jenis olahraga lainnya yaitu Finswimming.  Ciri utama dari olahraga renang ini yaitu penggunaan alat fins atau sepatu katak. Para peserta bertanding adu cepat dalam jarak tertentu. Sepatu katak pada olahraga ini ada dua macam, yakni monofins (dua sepatu menjadi satu bagian) dan bifins (dua sepatu menjadi dua bagian). Teknik yang bisa diterapkan yaitu Apnoea (menyelam dengan satu tarikan nafas) dan Bi-fins.

 

Gelaran kejurnas sebenarnya tidak hanya dilakukan di Stadion Aquatik GBK. Cabang seperti Selam Nomor Laut berlansung di Pantai Mutiara, Jakarta. Para peserta Selam Nomor Laur harus berlomba untuk dapat menempuh jarak yang telah ditentukan secepatnya. Jarak yang jauh dan arus bawah laut menjadi tantangan di nomor ini dan dipastikan bakal menguras stamina.  

 

Dengan semakin bervariasinya kegiatan yang dilakukan di stadion akuatik, membuat masyarakat semakin mengenal keragaman olahraga yang dilakukan oleh para atlet Indonesia. Kejurnas ini sebagai bagian dari upaya dalam meningkatkan prestasi sehingga mampu membawa nama Indonesia di kancah internasional. Tentu saja, olahraga seperti ini juga diharapkan dapat menjadi olahraga rekreasi bagi masyarakat. (Tri Novita Sari-PPK GBK)

Bagaimana pendapat anda mengenai artikel ini?
0           0           0           0           0