Lodeh Khas Istana: Hidangan Primadona Istana Kepresidenan Cipanas

 
bagikan berita ke :

Rabu, 06 Juni 2018
Di baca kali

 

Di bulan Ramadhan tidak lengkap rasanya bila tidak membahas tentang makanan. Siapa yang tak kenal sayur lodeh? Masakan sayuran khas Indonesia yang menggunakan santan sebagai bahan dasar kuahnya. Sayur lodeh mempunyai banyak variasi terutama pada bumbunya, ada yang santannya berwarna putih dan ada juga yang santannya berwarna kuning kemerahan.

 

Istana Kepresidenan Cipanas juga memiliki hidangan khas sayur lodeh yang menjadi andalan untuk disajikan kepada para kepala negara serta tamu-tamu yang berkunjung ke Istana Kepresidenan Cipanas. Sayur lodeh telah menjadi hidangan primadona Istana Kepresidenan Cipanas sejak masa Presiden Soekarno hingga Presiden Joko Widodo.

 

Berawal dari kegemaran Bung Karno mengonsumsi sayur lodeh, Musthafa, koki Istana Kepresidenan Cipanas saat itu, mencoba menyiapkan menu sayur lodeh untuk Bung Karno dan ternyata cocok dengan lidah Presiden Republik Indonesia pertama itu. Semenjak itu akhirnya sayur lodeh menjadi menu wajib ketika Bung Karno sedang berada di Istana Kepresidenan Cipanas. Bahkan saat Bung Karno berkantor di Istana Merdeka pun beliau memperkenalkan menu jamuan sayur lodeh ini kepada tamu-tamu negara yang berkunjung pada saat itu. Seiring berjalannya waktu, menu sayur lodeh menjadi menu sajian khas Istana Kepresidenan Cipanas, dengan brand yang sudah melekat yaitu “Lodeh khas Istana”.

 

Tak hanya Bung Karno, Lodeh khas Istana juga menjadi favorit Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri. Tak heran jika Presiden Megawati juga menyukai Lodeh Khas Istana, karena beliau telah mencicipinya sejak masih kecil. “Kok ini (Lodeh khas Istana) tidak berubah ya rasanya. Sejak saya kecil dulu sampai sekarang rasanya tetap,” komentar Ibu Mega seperti ditirukan oleh Iwan Rudianto, Staf Subbagian Rumah Tangga dan Protokol, Istana Kepresidenan Cipanas.

 

Lalu, apa yang membedakan Lodeh khas Istana dengan sayur lodeh yang lain?

 

Juru masak Istana Kepresidenan Cipanas saat ini, Nanang Sopian, mencoba memberikan sedikit resep rahasia turun-temurun dapur Istana. “Perbedaannya itu tidak terlalu banyak sayuran yang direbus. Santan yang dimasukkan juga disaring kembali agar sayur terlihat putih dan tidak menguning” ujar Nanang. Sayuran yang direbus hanya terdiri dari kacang panjang, rebung, trubus, petai, dan sedikit daun melinjo ditambah dengan bumbu rempah-rempah yang diiris, tidak ditumbuk, guna mempertahankan kualitas santan agar tetap berwarna putih.

 

Lodeh khas Istana biasanya disajikan hangat saat jamuan santap siang ditemani dengan baby fish dan daging gepuk sebagai lauknya. Pada bulan Ramadhan ini, Lodeh khas Istana juga cocok untuk menemani santap malam atau santap sahur.

 

Selamat mencoba resep rahasia khas dapur Istana Kepresidenan Cipanas! (Ferdi Sjaiful dan Siti Anisha - Istana Kepresidenan Cipanas)

Bagaimana pendapat anda mengenai artikel ini?
2           15           0           1           5