Ramadan 1439 H di Setwapres: Hidupkan Hati dengan Berbenah Diri di Bulan Suci

 
bagikan berita ke :

Jumat, 25 Mei 2018
Di baca 319 kali

Jakarta – Menyambut bulan suci Ramadan, Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Baiturrahman, Sekretariat Wakil Presiden (Setwapres) menggelar acara Tarhib Ramadan 1439 Hijriyah pada tanggal 14 Mei 2018, tepat tiga hari sebelum bulan suci tiba. Kegiatan ini menghadirkan K.H. Abdullah Gymnastiar sebagai pembicara.

 

Acara Tarhib diselenggarakan di auditorium Istana Wakil Presiden, Jalan Kebon Sirih No. 14 Jakarta. Tahrib dihadiri oleh kurang lebih 300 peserta yang terdiri atas pejabat dan pegawai di lingkungan Setwapres, perwakilan pejabat di Kementerian Sekretariat Negara, Sekretariat Kabinet, Kantor Staf Kepresidenan, serta pengurus Dharma Wanita Persatuan Kementerian Sekretariat Negara.

 

Mengawali ceramahnya, K.H. Abdullah Gymnastiar menyampaikan kecamannya atas tindak terorisme yang terjadi beberapa hari sebelumnya.

 

“Sikap suka meneror datang dari jiwa yang sakit, akal yang tidak sehat yang hanya mementingkan kepuasan nafsu sendiri. Oleh karena itu, teror tidak bisa dikaitkan dengan agama apapun karena teror bukan produk yang lahir dari kebersihan hati dan kejernihan akal,” seru pendiri Pondok Pesantren Daarut Tauhiid, Bandung itu.

 

Ia pun berharap kejadian serupa tidak akan terulang di masa mendatang dan menyampaikan simpati atas musibah yang menimpa korban dan keluarganya.

 

Pada ceramah yang bertema “Hidupkan Hati dengan Berbenah Diri di Bulan Suci” –yang sekaligus tema kegiatan Ramadan di Setwapres tahun ini, dai yang akrab dipanggil Aa Gym itu mengatakan, kebenaran Islam seseorang itu akan tercermin pada akhlak kesehariannya. Muslim yang baik ibadahnya, lanjutnya, tentu akan baik pula akhlaknya terhadap sekitar.

 

Ia pun menyitir hadis Rasulullah SAW yang menyebutkan bahwa orang yang paling sempurna imannya adalah orang yang paling baik akhlaknya.

 

Sosok yang dikenal dengan konsep Manajemen Qolbu itu kemudian menyampaikan bahwa hati manusia itu dibagi tiga. Pertama, qalbun mayyitun (hati yang mati). Orang yang hatinya mati atau tidak berfungsi. Merekalah yang akan menjadi budak nafsu. Kedua, qalbun maridhun (hati yang sakit), yaitu hati yang diliputi rasa dengki, iri, cemburu, ujub, riya, sombong, dan penyakit hati lainnya. Ketiga, qalbun salimun (hati yang sehat), yaitu hati yang akan membentuk akhlak yang mulia. 

 

Menurut Aa Gym, inti dari hidup manusia adalah hati. Memiliki qalbun salimun adalah cita-cita manusia. Namun, lanjutnya, sebagian besar manusia masih banyak menderita penyakit hati. Salah satu penyakit hati yang terbesar adalah syirik, yaitu menuhankan sesuatu atau ada sesuatu yang mendominasi hati yang membuat manusia ingin selalu dekat, terlalu mencintai, dan ingin selalu melekat erat.

 

Apabila yang mendominasi hati adalah Allah SWT, terang Aa Gym, tentu manusia akan bahagia. Namun, jika yang mendominasi hati adalah harta, maka hidup tidak akan bahagia dan mulia. Misalnya, ia mencontohkan, orang yang melakukan korupsi. Orang seperti ini, kata Aa Gym, adalah orang yang menuhankan dunia, padahal Allah sudah menjamin dan mengatur rezeki makhluknya.

 

Menutup ceramahnya yang penuh contoh-contoh sederhana yang nyata, lucu, dan terkadang menggelitik itu Aa Gym menegaskan bahwa Ramadan adalah saat yang tepat untuk melakukan introspeksi, siapa atau apa yang mendominasi hati. Ramadan adalah saat yang tepat untuk melepaskan diri dari kemelekatan hati pada selain Allah. Menurutnya, manusia banyak menderita karena hatinya melekat bukan kepada Allah, dan itulah yang membuat manusia tidak bahagia.

 

“Awal yang baik adalah pada saat manusia berani jujur melihat kekurangan diri sendiri, melepaskan diri dari topeng dan pujian-pujian terhadap apa-apa yang melekat pada diri. Sebagian orang tidak jujur dalam melihat kekurangan diri, padahal tobat sejati selalu diawali dengan menyesali perbuatan sendiri,” pungkasnya.

 

Dari Bazaar hingga Buka Bersama Wapres

 

Dari tahun ke tahun, DKM Baiturrahman Setwapres mencoba menyusun program kegiatan yang beragam untuk menyambut dan mengisi bulan suci Ramadan.

 

Ketua DKM, Mustaghfirin mengatakan, secara umum terdapat lima program untuk Ramadan tahun ini.

 

Untuk menyambut Ramadan, terangnya, telah diselenggarakan bazar Ramadan bekerja sama dengan Dharma Wanita Persatuan unit Setwapres pada 9 Mei lalu dan tarhib Ramadan. Saat Ramadan, DKM telah menyusun kajian bakda zuhur yang dilaksanakan setiap Senin–Kamis di Masjid Baiturrahman, Setwapres.

 

“Tema kajian beragam, mulai dari Alquran hingga parenting. Kajian ini juga terbuka untuk seluruh jamaah masjid kita yang terdiri tidak hanya dari pejabat dan pegawai Setwapres, tetapi juga karyawan dari kantor-kantor di sekitar Setwapres,” ujar Mustaghfirin.

 

Selain itu, ia melanjutkan, DKM juga menyelenggarakan takjil gratis setiap hari di Masjid Baiturrahman dan pada pertengahan Juni yang akan datang akan dilaksanakan buka puasa bersama Wakil Presiden beserta Ibu Hj. Mufidah Jusuf Kalla.

 

Sementara itu, dalam sambutannya, Kepala Sekretariat Wakil Presiden Mohamad Oemar berharap agar berbagai kegiatan selama Ramadan ini dapat memacu setiap pejabat dan pegawai di lingkungan Setwapres untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

 

“Semoga berbagai kegiatan di bulan suci Ramadan ini dapat memotivasi kita menjadi pribadi yang mulia di sisi Allah serta sukses di dunia dan dia akhirat,” ujarnya. (Maisaroh Nurharjanti dan Fathi Mustaqim, DKM Baiturrahman Setwapres)

Bagaimana pendapat anda mengenai artikel ini?
0           0           0           0           0